ACEH BARAT, GEMADIKA.com – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat terus menunjukkan komitmennya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, khususnya terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Pada Sabtu (23/8/2025), Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Aceh Barat bersama TNI dan Polisi Militer (PM) menggelar patroli gabungan untuk menertibkan antrian sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat serta pengelola SPBU di wilayah hukum Polres Aceh Barat.

Patroli yang dimulai sejak pukul 11.30 WIB itu melibatkan lima personel Unit Tipidter Sat Reskrim, delapan anggota Unit Intel Kodim 0105/Aceh Barat, dua personel Unit Intel Korem 012/TU, serta dua personel Denpom IM/2 MBO. Mereka menyisir sejumlah SPBU yang kerap mengalami antrian panjang, seperti SPBU Manekro, SPBU Kuta Padang, SPBU Jembes Kecamatan Mereubo, dan SPBU Suakraya Kecamatan Johan Pahlawan.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, melalui Kasat Reskrim AKP Roby Afrizal menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah preventif sekaligus responsif agar BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.

“Kami bersama TNI dan Polisi Militer hadir untuk mengawasi sekaligus memberikan himbauan kepada pengelola SPBU. Jangan sampai ada praktik mobil lansir yang merugikan masyarakat luas. BBM bersubsidi harus digunakan sebagaimana mestinya, untuk kepentingan masyarakat yang berhak,” tegas AKP Roby Afrizal.

Hasil pemantauan menunjukkan, SPBU Manekro dan SPBU Suakraya sempat mengalami antrian kendaraan, namun dipastikan untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk melansir BBM. Sementara di SPBU Kuta Padang, pengisian solar terhenti karena mesin pompa mengalami kerusakan. Di SPBU Jembes, Kecamatan Mereubo, antrian cukup panjang sehingga petugas langsung memberikan peringatan kepada pengendara agar tidak melakukan pelansiran.

Selain penertiban, petugas gabungan juga mengingatkan pengawas SPBU agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan guna meminimalisir praktik kecurangan dan mencegah kemacetan akibat antrian panjang.

Langkah ini disambut positif masyarakat, terutama sopir dan pengguna solar yang merasa lebih nyaman dengan adanya pengawasan aparat. Kehadiran TNI–Polri dinilai memberi rasa aman serta menjamin distribusi BBM lebih adil.

Kasat Reskrim menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala.

“Sinergi TNI–Polri akan terus kita perkuat dalam menjaga stabilitas keamanan, termasuk persoalan distribusi BBM bersubsidi. Ini upaya bersama mencegah penyalahgunaan sekaligus memastikan pemerintah hadir untuk melindungi kepentingan rakyat,” pungkas AKP Roby Afrizal.

Senada dengan itu, Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, menegaskan bahwa sidak ini bertujuan memastikan penyaluran BBM sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.

“Tim gabungan ini adalah wujud sinergitas untuk menghindari kelangkaan BBM, khususnya solar. Kami dari TNI siap membackup Polri, Kejaksaan, dan Pemda dalam penegakan hukum. Sidak akan terus dilakukan secara intensif, dan kami akan menindak tegas jika ada oknum yang menyalahgunakan BBM subsidi,” tegas Dandim. (Bachtiar)

 

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami