GEMADIKA.com –  Tidak banyak yang tahu bahwa lahirnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sistem pembayaran berbasis QR yang kini digunakan secara luas di Indonesia, tidak terlepas dari peran penting Ferry Warjiyo, tokoh asal Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ferry Warjiyo lahir pada 1959 di Sukoharjo. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan lulus pada 1982. Setelah itu, Ferry melanjutkan studi ke luar negeri dan berhasil meraih gelar Master pada 1989 serta Ph.D pada 1991 di Iowa State University, Amerika Serikat.

QRIS resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019, bertepatan dengan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, dan mulai berlaku secara nasional pada 1 Januari 2020. Kehadirannya menjadi tonggak penting digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia karena memudahkan masyarakat bertransaksi hanya dengan memindai kode QR.

QRIS Terhubung Lintas Negara

Menariknya, QRIS tidak hanya berlaku di dalam negeri. Saat ini, sistem pembayaran berbasis QR tersebut sudah terhubung lintas negara, antara lain:

  • Malaysia dengan DuitNow
  • Thailand dengan PromptPay
  • Singapura dengan NETS SGQR

Dengan koneksi ini, masyarakat Indonesia bisa melakukan transaksi di tiga negara tersebut hanya dengan memastikan standar QRIS sesuai sistem lokal, lalu memindai kode QR yang tersedia.

Kehadiran QRIS menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam mendorong inovasi sistem pembayaran digital yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi dengan standar global.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami