GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar sosialisasi persiapan pelaksanaan Program Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025 tentang peningkatan dan rehabilitasi daerah irigasi.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (8/9/2025) di ruang rapat Jembatan Peganjing, lantai 2 Kantor DPUPR Kabupaten Grobogan, diikuti sekitar 50 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, OPD terkait, camat, kepala desa, serta perwakilan kontraktor pelaksana.

7 Lokasi Irigasi Jadi Prioritas
Kepala DPUPR Grobogan, Ir. Een Endarto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini akan dilaksanakan di tujuh lokasi daerah irigasi (DI) dengan anggaran sebesar Rp17,2 miliar.

“Berbagai kerusakan saluran irigasi, baik ringan maupun berat, telah lama menjadi kebutuhan perbaikan. Proposal sudah kami ajukan, dilengkapi dengan dokumen usulan, komitmen teknis, serta pernyataan dukungan akses jalan menuju lokasi kegiatan,” jelasnya.

Een menambahkan, rehabilitasi irigasi ini akan mendukung kemampuan daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Grobogan sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah dengan dominasi sektor pertanian disebut tetap berkomitmen menjadi lumbung pangan, sekaligus memberi ruang berkembangnya sektor industri di wilayah strategis seperti Ngaringan dan Kedungjati.

Dukungan BBWS Pemali Juana
Kepala Bidang PJPA BBWS Pemali Juana, Yulius, menegaskan bahwa verifikasi administrasi maupun teknis sudah dilakukan sesuai usulan pemerintah daerah.

“Program ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Kontrak segera ditandatangani, dan kami minta dukungan OPD agar pekerjaan bisa tepat waktu serta bermutu. Jika ada daerah irigasi yang belum terjangkau, bisa diajukan lagi untuk tahap berikutnya di tahun 2026,” ujarnya.

foto istimewa.

Dukungan juga datang dari unsur TNI dan Polri. Pasiter Kodim 0717/Grobogan, Kapten Inf Muh Jumar, menyebut bahwa perbaikan irigasi sangat penting untuk meningkatkan kinerja petani.

“Tujuan utama kami adalah ketahanan pangan. Dengan adanya perbaikan irigasi, hasil pertanian di Grobogan bisa meningkat signifikan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kanit 2 Sat Reskrim Polres Grobogan, Iptu Andre Fajar Irianto, yang menekankan bahwa pihak kepolisian siap bersinergi mendukung program ini.

Dalam paparannya, perwakilan PT Media Karya, Yoga Herman, menjelaskan terdapat tujuh daerah irigasi yang menjadi sasaran rehabilitasi dengan total luasan lahan terdampak mencapai 11.233,8 hektare.

Adapun rinciannya yaitu:
• DI Ngrumpeng (1.909 ha)
• DI Sepreh (1.261,8 ha)
• DI Ngrejeng (2.524 ha)
• DI Simo (2.268 ha)
• DI Butak (1.638 ha)
• DI Ngenden (1.621 ha)
• DI Kenteng (1.012 ha)

Yoga menambahkan, pelaksanaan pekerjaan ditargetkan rampung dalam 112 hari kalender dengan partisipasi masyarakat di sekitar lokasi agar proyek berjalan lancar dan efisien.

Sosialisasi berjalan aman dan lancar hingga selesai. Program ini diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat posisi Grobogan sebagai lumbung pangan Jawa Tengah sekaligus penopang ketahanan pangan nasional. (Dion Pendim 0717/Grobogan)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami