TIMOR LESTE, GEMADIKA.com – Polisi Nasional Timor-Leste (PNTL) mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa dari berbagai universitas yang menolak rencana pembelian 65 unit mobil Prado untuk anggota Parlemen Nasional. Aksi protes ini berujung pada bentrokan antara aparat dan massa aksi, Selasa (16/09/2025).
Dilansir dari Instagram @belu_update, video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik tindakan represif aparat terhadap massa aksi. Sejumlah mahasiswa tampak dipukul hingga jatuh saat mencoba mempertahankan barisan protes mereka.
Rekaman yang viral di berbagai platform media sosial ini menunjukkan intensitas bentrokan yang terjadi antara mahasiswa dan petugas keamanan di lokasi demonstrasi.
Aksi ini memicu sorotan publik lantaran mahasiswa menyoroti prioritas anggaran negara yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat. Para demonstran mempertanyakan urgensi pengadaan kendaraan mewah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian lebih.
Kekerasan terhadap peserta aksi menambah panjang catatan kelam pelanggaran demokrasi dan kebebasan berekspresi di Timor-Leste. Insiden ini menjadi sorotan publik terkait cara penanganan demonstrasi damai oleh aparat keamanan.
Mahasiswa mendesak pemerintah dan parlemen meninjau ulang rencana pengadaan mobil tersebut serta mengalihkan anggaran untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat.
Para demonstran berargumen bahwa dana yang dialokasikan untuk pembelian 65 unit mobil Prado tersebut akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan