JAKARTA, GEMADIKA.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan kritik keras terhadap kinerja PT Pertamina (Persero). Ia menuding perusahaan pelat merah itu seolah “malas-malasan” dalam menggarap proyek strategis danbahkan memiliki kebiasaan membiarkan kilang minyaknya terbakar.
“Bayangkan saja, sudah tujuh tahun rencana pembangunan kilang minyak dicanangkan, tapi hingga sekarang belum ada satu pun yang terealisasi,” ujar Purbaya dalam sebuah forum di Jakarta, baru-baru ini.
Pernyataan tersebut merujuk pada program pembangunan kilang minyak baru yang sejak lama digadang-gadang mampu memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, hingga kini proyek tersebut belum menunjukkan hasil signifikan.
Selain mandeknya pembangunan, Purbaya juga menyinggung catatan hitam Pertamina yang hampir setiap tahun menghadapi kasus kebakaran maupun ledakan kilang minyak. Menurutnya, hal itu menimbulkan pertanyaan besar mengenai tata kelola, manajemen risiko, serta keseriusan Pertamina dalam menjaga kedaulatan energi nasional.
“Kalau setiap tahun kilang terbakar, lalu sampai kapan bangsa ini bisa mandiri energi? Jangan sampai rakyat yang akhirnya menanggung akibatnya,” tegas Purbaya.
Tak hanya menyoroti Pertamina, Purbaya juga menyinggung peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Menurutnya, meski gencar mendorong investasi energi, pemerintah masih terjebak pada masalah klasik yang belum terselesaikan hingga kini.
Isu tersebut semakin panas ketika polemik BBM bersubsidi kembali mencuat. Harga energi global yang fluktuatif, ditambah beban subsidi yang membengkak, semakin menekan keuangan negara dan menambah kesulitan masyarakat.




