Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba ini mengakibatkan sembilan pasien yang sedang dirawat tertimpa reruntuhan hingga harus segera dievakuasi ke rumah sakit. Kepanikan melanda warga sekitar dan pasien yang sedang berobat saat kejadian berlangsung.
10 Ruangan Hancur Porak-Poranda
Pemilik Klinik Kesehatan “Kita Sehat”, Siti Fatimah, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat angin berembus sangat kencang dari arah barat ke timur dan menerjang atap klinik hingga membuat kondisi bangunan porak-poranda.
“Sebanyak 10 ruangan di klinik, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang dokter jaga, dan ruang rawat inap, hancur akibat terjangan angin kencang ini,” katanya.
Atap klinik yang terbuat dari baja ringan tidak mampu menahan terjangan angin kencang dan ambruk menimpa pasien yang sedang berada di dalam ruangan. Suasana panik langsung terjadi, dengan pasien dan petugas klinik berhamburan keluar menyelamatkan diri.
“Yah Allah. Bagaimana ini,” jerit salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
9 Pasien Terluka, 3 Orang Jalani Perawatan Intensif
Siti Fatimah mengungkapkan, dari sembilan korban yang dilarikan ke rumah sakit, enam orang diperbolehkan menjalani rawat jalan karena hanya mengalami luka ringan. Sedangkan tiga orang yang menderita luka akibat reruntuhan bangunan masih dilakukan observasi dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Waled, Kabupaten Cirebon.
Kepala Kepolisian Sektor Pabuaran, AKP M Sholeh, memastikan bahwa meski hampir seluruh bangunan klinik rusak berat, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kondisi bangunan klinik rusak parah. Kami terus memantau kondisi korban yang dirawat di rumah sakit,” ujar AKP M Sholeh.
Video Viral: Pasien Basah Kuyup Diselamatkan
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak beberapa pasien basah kuyup dan masih bisa diselamatkan dari ambruknya atap bangunan klinik tersebut. Video yang viral itu menunjukkan kondisi klinik yang sangat memprihatinkan dengan reruntuhan atap berserakan di mana-mana.
Tampak juga ruang isolasi dan tempat tidur pasien berantakan karena tertimpa reruntuhan atap bangunan. Sejumlah alat kesehatan penunjang pun terlihat rusak tertimpa material reruntuhan.
“Tolong pasennya pa dibawa ke ruang depan semua ya,” ujar salah seorang perawat dalam video tersebut sambil berusaha mengevakuasi pasien ke tempat yang lebih aman.
Kuwu: Kejadian Begitu Cepat, Pasien Panik
Kuwu (Kepala Desa) Ciledug Kulon, Wawan Hermawan, mengatakan kejadian yang begitu cepat membuat pasien dan warga sekitar panik.
“Kejadian sekitar pukul 15.30 WIB, saat hujan deras disertai angin kencang,” jelasnya, Senin (17/11/2025).
Wawan menambahkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk menangani dampak kejadian ini. Evakuasi pasien menjadi prioritas utama sebelum kemudian dilakukan pendataan kerusakan.
Klinik Tutup Sementara
Saat ini, seluruh aktivitas Klinik Kesehatan “Kita Sehat” ditutup sementara mengingat kondisi bangunan yang porak-poranda dan tidak layak untuk digunakan. Pihak pengelola klinik masih menghitung kerugian material dan merencanakan perbaikan bangunan.
Pasien yang sedang menjalani rawat inap telah dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat, sementara pasien rawat jalan diminta untuk sementara berobat ke puskesmas atau klinik lain di sekitar wilayah Ciledug.
Polresta Cirebon Laksanakan Penanggulangan Pasca Bencana
Kegiatan dipimpin Kepala Kepolisian Sektor Klangenan, Iptu Diding, dan Danramil Klangenan, Kapten Arh. Edi Hartono, serta turut melibatkan 148 personil gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, BPBD, hingga instansi terkait lainnya.
“Personil gabungan yang terlibat dalam kegiatan ini dibagi dalam 3 kelompok, dilanjutkan dengan pelaksanaan penanganan pasca Bencana Puting Beliung di 3 Desa Wilkum Polsek Klangenan yaitu Desa Slangit, Desa Bangodua dan Desa Bakung Kidul,” kata Kapolsek Klangenan Iptu Diding.
Ia mengatakan, para personel gabungan dikerahkan untuk membantu warga setempat membersihkan rumah dari bekas reruntuhan atap dan pohon. Pihaknya juga turut melakukan trauma healing kepada korban bencana alam.
Bencana Puting Beliung Sebelumnya
Kapolsek Klangenan menjelaskan bahwa bencana puting beliung di wilayah hukum Polsek Klangenan terjadi pada Jumat (14/11/2025) pukul 16.00 WIB di Desa Slangit, Desa Bangodua, Kecamatan Klangenan, dan Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang.
“Bencana Puting Beliung di Wilkum Polsek Klangenan terjadi Pada Jumat (14/11/2025) pukul 16.00 Wib di Desa Slangit, Desa Bangodua Kecamatan Klangenan dan Desa Bakung Kidul Kecamatan Jamblang yang mengakibatkan beberapa Kerusakan serta Korban Luka – Luka. Namun, dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa, karena Hanya Kerugian Materil saja,” ujarnya.
Dalam kegiatan penanggulangan pasca bencana tersebut juga turut dilaksanakan bhakti kesehatan pengobatan gratis dan kerja bhakti membersihkan area yang terdampak angin puting beliung, yang diikuti oleh para perwira dan bintara Polsek Plered Polresta Cirebon.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan