CIREBON, GEMADIKA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menggelar perombakan birokrasi besar-besaran pada Selasa (24/2/2026). Ratusan pejabat dari berbagai tingkatan — mulai eselon II, III, IV hingga pejabat fungsional — resmi menjalani mutasi, rotasi, dan promosi jabatan dalam agenda Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon mulai pukul 10.00 WIB.

Undangan pelantikan sudah beredar sejak Senin sore (23/2/2026), menandai langkah serius pemerintah daerah dalam melakukan penyegaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Didominasi Rotasi, Bukan Semata Promosi

Kepala Bidang Pengembangan Karir dan Pengangkatan BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ahmad Rodi Sakho, membenarkan adanya perombakan tersebut. Ia menegaskan bahwa pergeseran kali ini lebih banyak bersifat rotasi dan mutasi, bukan sekadar promosi jabatan.

“Ada ratusan yang diangkat. Ini kan rotasi mutasi, bukan cuma promosi. Malah dominan rotasi mutasi. Promosi ada, tapi tidak lebih dari 100 orang,” ujarnya saat ditemui Rakyat Cirebon di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, tidak semua pejabat eselon II akan mengalami pergeseran. “Tidak semua eselon II. Ada yang dipertahankan, ada yang dirotasi,” katanya.

Rotasi dan mutasi ini dilakukan sesuai ketentuan dan persyaratan jabatan yang berlaku, sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus optimalisasi kinerja pemerintahan daerah. Rekam jejak, kompetensi, hingga kelengkapan administrasi menjadi pertimbangan utama sebelum seorang ASN menduduki jabatan strategis.

Sejumlah Posisi Kosong Akhirnya Diisi

Beberapa jabatan yang selama ini kosong atau diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) akhirnya akan mendapat pejabat definitif. Di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Sekretaris DPRD (Sekwan), Direktur RSUD Waled, serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) — yang sudah cukup lama dikendalikan Plt sejak pejabat sebelumnya tersandung masalah hukum.

“Kimrum bakal diisi. Walaupun belum inkrah, saya sudah berkoordinasi dengan BKN,” jelas Sakho, dikutip Rakyat Cirebon.

Sementara itu, Sakho menegaskan bahwa pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan melalui mekanisme ketat sesuai regulasi. “Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat akan dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon,” ujarnya, dikutip Radar Cirebon.

Prediksi Pergeseran Pejabat Strategis

Berdasarkan informasi yang beredar dan dihimpun dari Rakyat Cirebon dan Radar Cirebon, sejumlah nama pejabat diprediksi akan mengisi posisi baru, antara lain:

  • Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hilman Firmansyah diprediksi bergeser ke Kepala DPKPP.
  • Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperidagin) Dadang Raiman diperkirakan akan mengisi posisi Kepala Dishub.
  • Suhartono yang saat ini menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, diprediksi mengisi jabatan Kepala Disperidagin.
  • Sekretaris Diskominfo Fajar Sutrisno dikabarkan dipromosikan menjadi Kepala Disbudpar.
  • dr. Deni Wirhana Surjono, SpOG, Dokter Ahli Madya RSUD Waled, diprediksi dipercaya memimpin RSUD Waled sebagai Direktur.
  • Dr. Mira Indriyulia Eka Dini yang sebelumnya menjabat Sekretaris Bapenda dan Plt Sekwan, disebut akan resmi dikukuhkan sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Cirebon.

Adapun beberapa pejabat diprediksi masih akan dipertahankan di posisinya, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bambang Sudaryanto dan Kepala Baperida Dangi.

Publik pun kini menanti pengumuman resmi daftar lengkap pejabat yang dilantik beserta posisi baru yang mereka emban dalam struktur pemerintahan Kabupaten Cirebon. Penyegaran birokrasi ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kinerja OPD serta memperkuat efektivitas pelayanan publik di Kabupaten Cirebon.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami