SEMARANG, GEMADIKA.com – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan terkait usulan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada dua mantan presiden Indonesia: Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.
Gibran menegaskan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional kepada tokoh-tokoh bangsa bukan sekadar keputusan politis, melainkan hasil dari proses kajian dan penilaian yang panjang serta mendalam.
“Saya kira gelar untuk pahlawan ini sudah melalui proses dan tahapan yang panjang, ya,” kata Wapres dalam keterangan pers usai meninjau Bendungan Jragung di Candirejo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/11/2025).
Kontribusi Besar untuk Bangsa
Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ini menilai bahwa baik Soeharto maupun Gus Dur merupakan tokoh yang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa di masanya masing-masing.
“Apalagi beliau-beliau ini juga memberikan sumbangsih dan kontribusi besar untuk negara,” ujar Gibran.
Jasa Soeharto dalam Pembangunan
Gibran menjelaskan bahwa Soeharto, yang memimpin Indonesia selama 32 tahun (1966-1998), memiliki jasa besar dalam bidang pembangunan nasional. Pencapaian yang paling monumental adalah keberhasilan mewujudkan program swasembada pangan dan mengentaskan jutaan rakyat Indonesia dari kemiskinan.
“Pak Harto, beliau berkontribusi dan berjasa besar untuk pembangunan swasembada pangan, dan juga pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.
Era kepemimpinan Soeharto memang ditandai dengan berbagai program pembangunan infrastruktur, industrialisasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial dan ekonomi. Meskipun demikian, masa kepemimpinannya juga diwarnai kontroversi terkait isu hak asasi manusia dan demokrasi.
Gus Dur: Pejuang Toleransi dan HAM
Sementara itu, Gus Dur yang memimpin Indonesia pada periode 1999-2001 dikenal sebagai tokoh bangsa yang berperan sangat penting dalam memperjuangkan nilai-nilai toleransi, pluralisme, dan kebebasan beragama di Indonesia.
“Gus Dur sangat berkontribusi sekali untuk penyelesaian masalah intoleransi, kebebasan untuk menunaikan ibadah, melindungi kaum minoritas, dan juga perlindungan hak asasi manusia,” pungkas Gibran.
Gus Dur dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan hak-hak kelompok minoritas dan menjadi pembela utama nilai-nilai keberagaman di Indonesia. Berbagai kebijakannya, termasuk pencabutan larangan perayaan Imlek dan pengakuan terhadap Tionghoa sebagai bagian integral bangsa Indonesia, menjadi bukti nyata komitmennya terhadap toleransi.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan