JAKARTA, GEMADIKA.com – Kabar penangkapan musisi Onadio Leonardo dalam kasus narkoba mengundang reaksi dari berbagai kalangan, termasuk dari sahabat dekatnya, Husein Ja’far. Melalui unggahan di Instagram Story pribadinya, Husein menyampaikan perasaan campur aduk atas peristiwa yang menimpa sang sahabat.
Onad bersama istrinya, Beby Prisillia, diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di kawasan Trifesta West Rempoa, Tangerang Selatan, pada Selasa (29/10/2025).
Penangkapan ini sontak mengejutkan publik, mengingat Onad dikenal sebagai sosok yang vokal menyuarakan kebaikan dan toleransi.
“Gue kaget, kecewa, sedih, dan prihatin membaca kabar tentang Onad. Dia adalah saudara gue sebagai sesama manusia meski kami berbeda agama,” tulis Husein dalam Instagram Story @husein_hadar, Sabtu (1/11/2025).
Husein mengungkapkan bahwa perbedaan keyakinan antara dirinya dan Onad justru menjadi kekuatan untuk memperjuangkan toleransi di Indonesia. Keduanya telah lama bersahabat dan kerap berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang menyebarkan pesan perdamaian.
“Dan itulah Onad yang gue kenal: baik dan toleran,” tambahnya.
Tegas Tolak Narkoba
Meski penuh empati terhadap sahabatnya, Husein dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada ruang untuk toleransi terhadap narkoba. Menurutnya, penggunaan narkoba bukan hanya melanggar hukum negara, tetapi juga bertentangan dengan ajaran seluruh agama dan akal sehat.
“Narkoba bukan hanya menyalahi hukum negara, tapi hukum semua agama dan logika akal sehat,” ungkap Husein.
Ia menegaskan bahwa yang harus dibenci adalah narkoba itu sendiri, bukan orangnya. Karena itu, Husein memilih untuk mendoakan dan berusaha mendampingi Onad agar bisa mempertanggungjawabkan kesalahannya dan bangkit dari keterpurukan.
“Kita membenci narkoba. Karena itu, gue ingin saudara gue, Onad lepas dari narkoba. Gue juga berharap, ini menjadi pelajaran besar untuk Onad dan kita semua. Titip doa untuk Onad, semoga dia sadar, jera, dan berubah. Tobat lo, Nad!” tulisnya penuh harap.
Proses Hukum Masih Berlanjut
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih merahasiakan detail lengkap mengenai penangkapan mantan vokalis Killing Me Inside tersebut. Onad dan tiga orang lainnya yang ditangkap bersamanya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan dan alur peredaran narkoba yang melibatkan mereka.
Kabag Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan Onad. Barang bukti tersebut berupa selembar kertas papir, satu klip kecil berisi batang ganja, dan tiga unit ponsel.
“Berdasarkan hasil pendalaman di lapangan, ada juga barang bukti berupa ekstasi yang telah habis dikonsumsi. Namun tim masih menemukan sisa ganja di dalam plastik. Kasus ini masih akan terus kami kembangkan,” jelas Ade Ary.
Pihak kepolisian juga sedang mendalami kemungkinan adanya jaringan peredaran narkoba yang lebih luas. Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.
Kasus Onad menjadi pengingat bahwa bahaya narkoba bisa mengancam siapa saja, tanpa memandang status sosial atau profesi. Dukungan dari keluarga dan sahabat seperti Husein Ja’far diharapkan dapat membantu Onad bangkit dan meninggalkan dunia kelam narkoba untuk selamanya.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan