SURABAYA, GEMADIKA.com – Pemerintah pusat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemimpin daerah yang berhasil mempercepat transformasi digital di wilayahnya. Sebanyak 15 Sekretaris Daerah dari berbagai provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia menerima penghargaan bergengsi ASKOMPSI Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2025.
Ajang penghargaan ini diselenggarakan Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama. Hadir menyerahkan penghargaan secara langsung, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, yang mewakili Wakil Menteri Dalam Negeri.
ADLGA 2025 bukan sekadar ajang seremonial. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan nyata terhadap para Sekretaris Daerah yang telah menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam mengakselerasi transformasi digital dan mengintegrasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di daerahnya masing-masing.
Transformasi Digital Adalah Mandat Konstitusi
Dalam sambutannya yang menyampaikan pesan Wakil Menteri Dalam Negeri, Restuardy menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan mandat konstitusi. Hal ini tertuang jelas dalam Pasal 28F UUD 1945 dan menjadi fondasi penting menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Transformasi digital adalah amanat konstitusi yang harus kita wujudkan bersama. Ini adalah jalan menuju Indonesia Emas 2045 yang lebih maju dan berdaya saing,” ujar Restuardy.
Namun, perjalanan menuju transformasi digital yang menyeluruh masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari ketimpangan infrastruktur internet, keberadaan wilayah blankspot yang belum terjangkau jaringan, hingga persoalan teknis seperti rendahnya interoperabilitas data antar sistem, fragmentasi aplikasi yang membuat layanan tidak terintegrasi, serta ancaman keamanan siber yang kian meningkat.
“Semua tantangan ini hanya bisa kita atasi melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Tidak ada yang bisa berjalan sendiri,” tegasnya.
Peran Strategis Sekda sebagai Orkestrator SPBE
Restuardy kembali menekankan 9 Arah Kebijakan Transformasi Digital yang tertuang dalam RPJPN 2025–2045. Dalam konteks implementasi di daerah, ia menyoroti peran sangat strategis Sekretaris Daerah sebagai Koordinator SPBE, sebagaimana diatur dalam Pasal 61 Perpres Nomor 95 Tahun 2018.
Menurutnya, Sekda memiliki posisi sentral dalam memastikan orkestrasi layanan digital berjalan dengan efektif, terintegrasi lintas perangkat daerah, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi para Sekda yang hari ini menerima penghargaan, karena Sekda adalah pusat orkestrasi SPBE di daerah dan memiliki peran strategis dalam memastikan transformasi digital berjalan efektif, terkoordinasi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan publik,” tegasnya dalam rilis resmi yang diterima redaksi, Senin (24/11/2025).
15 Sekda Terbaik dari Seluruh Indonesia
Pada puncak acara, Kemendagri menyerahkan penghargaan kepada 15 Sekretaris Daerah terbaik nasional yang berasal dari berbagai tingkatan pemerintahan.
Dari tingkat provinsi, penghargaan diraih oleh Sekda Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Sekda Jawa Timur Adhy Karyono, Sekda Sumatera Barat Arry Yuswandi, Sekda Lampung Marindo Kurniawan, dan Sekda Sulawesi Tenggara Asrun Lio.
Sementara dari tingkat kota, penghargaan diberikan kepada Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso, Sekda Kota Surakarta Budi Murtono, Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono, Sekda Kota Jambi H. A. Ridwan, dan Sekda Kota Solok Desmon.
Untuk tingkat kabupaten, apresiasi tertinggi diterima oleh Sekda Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Sekda Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana, Sekda Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie, Sekda Kabupaten Wonogiri F.X. Pranata, dan Sekda Kabupaten Pekalongan Mohammad Yulian Akbar.
Harapan untuk Pemerintahan Digital yang Lebih Baik
Restuardy menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh finalis dan berharap para Sekretaris Daerah sebagai digital leaders dapat terus memperkuat kapasitas SPBE di wilayahnya. Mereka diharapkan mampu memimpin kolaborasi lintas-perangkat daerah serta mendorong terwujudnya pemerintahan digital yang akuntabel, transparan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik modern.
Acara bergengsi ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk perwakilan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kominfo, Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (FORSESDASI), para Sekretaris Daerah finalis ADLGA 2025, serta Tim Penilai ADLGA 2025.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mempercepat transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia, menjadikan teknologi sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik. (Selamet)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan