JAKARTA, GEMADIKA.com — Memasuki musim libur akhir tahun, permintaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Jawa mengalami lonjakan signifikan. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mencatat kenaikan konsumsi BBM di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina Patra Niaga menyiagakan layanan Satuan Tugas (Satgas) Nataru 2025-2026 dengan mengerahkan seluruh sumber daya demi menjaga kelancaran distribusi energi. Perusahaan memantau ketat ketersediaan stok, armada distribusi, serta sarana pendukung lainnya.
Langkah konkret yang diambil termasuk pengoperasian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tambahan dan SPBU modular di jalur-jalur utama yang diperkirakan ramai dilalui pemudik dan wisatawan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan layanan energi tetap optimal selama periode libur panjang.
“Kami siap memberikan layanan Satgas Nataru 2025–2026 dengan semangat melayani sepenuh hati untuk membawa kebahagiaan dan persatuan bangsa,” kata Mars Ega dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Lonjakan permintaan BBM di wilayah Jawa terjadi seiring tingginya konsentrasi arus kendaraan di jalan tol, kawasan wisata, serta kota-kota tujuan liburan populer. Kondisi ini diantisipasi dengan penambahan jam operasional SPBU hingga 24 jam di sejumlah titik strategis.
Tidak hanya di Jawa, permintaan LPG (Liquefied Petroleum Gas) juga menunjukkan peningkatan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Sumatera Utara. Sementara itu, sektor avtur mencatat kenaikan permintaan di Banten, Bali, dan Jawa Timur seiring meningkatnya aktivitas penerbangan jelang Nataru.
Untuk mendukung kenyamanan masyarakat selama perjalanan, Pertamina Patra Niaga menyiapkan 34 titik Serambi MyPertamina yang tersebar di rest area, pelabuhan, dan bandara. Fasilitas ini dilengkapi berbagai layanan tambahan seperti layanan kesehatan, area bermain anak, hingga porter gratis di bandara tertentu.
Mars Ega menjelaskan bahwa perusahaan juga memperkuat layanan komunikasi konsumen selama masa Nataru untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi real-time.
“Kami terus mengedepankan layanan contact center 135 dan mendorong pemanfaatan aplikasi MyPertamina, termasuk fitur trip planning, agar masyarakat dapat mengatur waktu pengisian BBM,” jelasnya.
Fitur trip planning pada aplikasi MyPertamina membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan lebih baik, termasuk mengetahui lokasi SPBU terdekat, estimasi konsumsi BBM, dan waktu pengisian yang tepat untuk menghindari antrean panjang.
Pertamina Patra Niaga mengintensifkan pemantauan melalui delapan regional Satgas yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pemantauan dilakukan di terminal BBM, depot pengisian pesawat udara, hingga SPBU di seluruh Indonesia untuk memastikan distribusi energi tetap aman dan lancar.
Upaya komprehensif ini dilakukan agar tidak ada satu pun wilayah yang mengalami kelangkaan BBM selama puncak arus mudik dan wisata Nataru. Pertamina juga berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk mengamankan jalur distribusi.
Mars Ega mengimbau masyarakat yang berencana bepergian untuk melakukan persiapan matang, termasuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta mengisi BBM penuh sebelum berangkat.
“Kami ingin perjalanan masyarakat selama Nataru berjalan lancar dan aman. Untuk itu, kami mengajak masyarakat mempersiapkan diri dengan baik dan memanfaatkan layanan yang telah kami sediakan,” ujarnya.
Dengan berbagai persiapan dan layanan yang disiagakan, Pertamina Patra Niaga optimistis dapat melayani kebutuhan energi masyarakat dengan baik selama periode Nataru 2025-2026. PPN akan terus memantau perkembangan permintaan dan distribusi energi agar layanan tetap optimal hingga libur akhir tahun usai.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan