BANGKALAN,GEMADIKA.com – Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Langkap Burneh di bawah Yayasan Kemala Bayangkari Polres Bangkalan semakin memperkuat langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendorong peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, di Desa Langkap Kecamatan Burneh Bangkalan.
Camat Burneh, Erwin YoeSoef mengatakan, dari total sepuluh kuota SPPG yang ditargetkan BGN, saat ini baru tujuh unit yang telah beroperasi. Sementara itu, sebanyak tiga SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan dan pembangunan.

“Tujuh SPPG sudah ada, dan tiga SPPG lainnya saat ini sedang dalam proses pembangunan. InsyaAllah dalam waktu dekat segera hadir,” ungkapnya. Jum’at (30/01/26).
Ia menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG merupakan program yang sangat mulia karena menjamin masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan, memperoleh akses makanan bergizi yang lebih mudah dan terjangkau.
“Selain anak sekolah, saya juga berharap SPPG Langkap Burneh ini dapat melayani pemberian MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, agar kemanfaatannya dirasakan seluruh masyarakat,” terangnya.
Erwin juga merencanakan untuk membagi dengan rata antara mitra BGN dengan lembaga serta masyarakat di Kecamatan Burneh.
“Kita akan mengumpulkan Kepala SPPG, Mitra dan Koordinator Kecamatan untuk membagi rata berdasarkan radius dapur sehat, untuk memastikan distribusi adil, merata agar tidak terjadi masalah,” pungkasnya.
Sementara itu, pemilik dapur SPPG Langkap Burneh Muhammad Fahad, menjelaskan tasyakuran persiapan distribusi MBG menjadi momentum rasa syukur sekaligus bentuk kesiapan bersama dalam mendukung program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto.
“Semoga kami selalu diberi kelancaran dan memberikan maafaat yang terbaik bagi masyarakat penerima manfaat,” tuturnya.
Mantan ketua DPRD Bangkalan ini juga menjelaskan, total terdapat 12 lembaga pendidikan yang menerima MBG dapur SPPG Langkap Burneh belum termasuk B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
“Pendistribusian akan di mulai tanggal 2 Februari, penerima di minggu pertama sebanyak 1.224 porsi, dan di minggu berikutnya sebanyak 2.100 porsi. Untuk B3 kita akan kirim ke posyandu Desa Jambu,” jelasnya. (nardi).




