BANGKALAN, GEMADIKA.com – Sebelumnya beredar pemberitaan dugaan ucapan tidak pantas yang dilontarkan oknum guru SMPN 2 Bangkalan kepada siswa. Namun berita tersebut belum sepenuhnya menghadirkan klarifikasi resmi dari sekolah. Kali ini manajemen SMPN 2 Bangkalan menyampaikan hak jawabnya agar tidak menimbulkan persepsi sepihak di tengah masyarakat.

PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini, menjelaskan peristiwa yang terjadi di lembaganya bukan kejadian baru.

“Saya sangat menyayangkan mencuatnya berita tersebut, selain peristiwa itu terjadi pada pertengahan bulan Juli 2025 informasi yang beredar tidak dilengkapi kronologi utuh dan proses klarifikasi menyeluruh,” ungkapnya, Selasa (20/01/26).

Berawal saat awak media mendatangi sekolah pada Senin (19/1), Husaini meminta waktu 1×24 jam untuk mengonfirmasi langsung kepada guru yang bersangkutan.

Namun pada keesokan harinya, Selasa (20/1), berita sudah tayang terlebih dahulu debelum klarifikasi terlaksana. Padahal sejak pagi hingga siang hari pihak sekolah menunggu di ruang kepala sekolah.

“Kami menunggu untuk memberikan penjelasan secara utuh. Idealnya, klarifikasi dilakukan terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan ke publik seimbang,” ujarnya.

Terkait isi ucapan yang dipermasalahkan, Husaini menegaskan bahwa berdasarkan penjelasan guru yang bersangkutan, tidak ada maksud menghina atau membully siswa secara personal. Ucapan tersebut disebut disampaikan secara umum kepada seluruh siswa kelas IX sebagai bentuk motivasi agar lebih giat belajar dan tidak tertinggal di masa depan.

Pihak sekolah juga menilai framing pemberitaan sebelumnya seolah-olah mengarah pada tuduhan personal terhadap satu siswa, padahal konteks yang disampaikan guru bersifat kolektif dan tidak ditujukan kepada individu tertentu.

Husaini menambahkan, sekolah sejatinya berencana menempuh jalur mediasi dengan mempertemukan guru, siswa, dan wali murid untuk menggali fakta secara objektif dan mencari solusi terbaik. Namun upaya tersebut belum berjalan karena proses klarifikasi belum tuntas.

“Kami terbuka terhadap evaluasi dan pembinaan. Tapi kami juga berharap prinsip keberimbangan dan hak jawab tetap dijaga, agar dunia pendidikan tidak dinilai hanya dari satu sudut pandang,” tegasnya.

Pihak SMPN 2 Bangkalan berharap klarifikasi ini dapat menjadi penyeimbang informasi serta mengedepankan asas kehati-hatian dalam pemberitaan, demi menjaga iklim pendidikan yang sehat dan kondusif bagi semua pihak. (nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami