MAMUJU, GEMADIKA.com – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, menyatakan dukungan penuh terhadap amanat Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang disampaikan dalam apel virtual lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (18/2/2026).
Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya penguatan kapasitas daerah di tengah dinamika global yang terus berubah. Menurut Murdanil, pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kinerja.
Ia menilai penegasan klasifikasi kekuatan negara mulai dari great power hingga negara lemah menjadi refleksi penting agar Indonesia, termasuk Sulawesi Barat, tidak berada dalam posisi yang rapuh dalam percaturan nasional maupun global.
“Pesan Bapak Gubernur SDK sangat jelas, bahwa kita tidak boleh menjadi lemah. Kekuatan itu tidak hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga kekuatan ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Murdanil.
Murdanil juga menyoroti kutipan para filsuf realis yang disampaikan Gubernur, seperti Thucydides, Niccolò Machiavelli, dan Thomas Hobbes. Ketiganya menekankan bahwa negara yang kuat cenderung menentukan arah, sementara yang lemah hanya menerima konsekuensi.
Prinsip Si vis pacem, para bellum—“jika ingin damai harus siap menghadapi tantangan”—dinilai relevan sebagai semangat membangun daerah yang tangguh dan berdaya saing.
“Dalam konteks birokrasi, kesiapan itu berarti memperkuat pelayanan publik, menjaga integritas, dan memastikan program kesejahteraan tepat sasaran,” tambahnya.
Murdanil juga menanggapi pesan Gubernur terkait prinsip Kekaisaran Ottoman, bahwa negara kuat ditopang oleh pertahanan yang kokoh, keuangan memadai, kemakmuran rakyat, serta pemerintahan yang bersih dan adil. Ia menegaskan, kesejahteraan rakyat menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan daerah.
“Biro Pemkesra berkomitmen memastikan program keagamaan, pendidikan, dan sosial berjalan optimal. Rakyat yang sejahtera dan bahagia adalah elemen penting dari kekuatan daerah,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi penekanan Gubernur pada tiga syarat kelangsungan peradaban: birokrasi unggul, pertahanan kuat, serta sistem hukum dan intelijen yang efektif. Keteladanan tokoh seperti Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz dalam menjaga integritas dan memisahkan urusan negara dan pribadi disebut sebagai contoh moral bagi ASN.
Lebih lanjut, Murdanil menyinggung capaian ekonomi Sulawesi Barat tahun 2025 yang tumbuh 5,36 persen—melampaui rata-rata nasional—serta diikuti penurunan angka kemiskinan. Ia menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
Menghadapi tahun 2026, di tengah tantangan efisiensi dan penyesuaian anggaran, ia mengajak seluruh jajaran tetap optimis dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Apalagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Bekerja dengan niat ibadah harus menjadi energi moral bagi seluruh ASN untuk tetap produktif, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan,” pungkasnya.
Melalui apel virtual tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap semangat kebersamaan dan profesionalisme aparatur terus terjaga demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Antyka
Editor : Rini





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan