JAKARTA, GEMADIKA.com – Belakangan ini, media sosial ramai membahas fenomena penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) yang kerap dikaitkan dengan istilah “whip pink”. Di balik tren tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan adanya risiko serius yang dapat mengancam nyawa, terutama bagi generasi muda.

Ahli kesehatan masyarakat sekaligus mantan konsultan United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) Asia Pasifik, Dicky Budiman, mengungkapkan bahwa N2O sejatinya merupakan gas yang legal dan banyak digunakan di bidang medis serta industri makanan. Namun, persoalan muncul ketika gas ini dihirup untuk tujuan rekreasional tanpa pengawasan.

“Dan kelirunya, aman di fasilitas medis tidak berarti aman jika disalahgunakan tanpa pengawasan. Jadi, aspek legal bukan berarti tanda aman,” tegas Dicky dalam pesan yang diterima detikcom, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga :  Brimob Polda Metro Sikat Pelaku Tawuran di Jaktim Saat Patroli Malam, Sejumlah Pemuda Diamankan

Menurut Dicky, publik—khususnya anak muda—perlu memahami mekanisme bahaya N2O terhadap tubuh. Ia menjelaskan setidaknya ada empat mekanisme utama yang membuat gas ini berisiko tinggi bagi kesehatan.

1. Menyebabkan Hipoksia atau Kekurangan Oksigen

Saat N2O dihirup, oksigen di paru-paru dapat dengan cepat tergantikan oleh gas tersebut. Akibatnya, otak dan jantung mengalami kekurangan oksigen.

“Dampaknya pingsan mendadak, henti napas, henti jantung, hingga kematian tiba-tiba, bahkan pada orang muda dan sehat,” kata Dicky.

2. Menyebabkan Gangguan Irama Jantung

Penyalahgunaan N2O juga dapat memicu gangguan irama jantung atau aritmia. Gas ini mengganggu sinyal listrik jantung dan dapat berujung pada kondisi fatal.

“Inilah sebabnya ada kasus kematian mendadak tanpa gejala panjang,” tambahnya.

3. Menyebabkan Kerusakan Saraf

Baca juga :  Segar dan Pedas Menggugah Selera!, Resep Tom Yum Rumahan Ala Thailand, Mudah Dibuat dengan Bahan Sederhana

Bahaya lain yang tak kalah serius adalah kerusakan saraf. N2O dapat menonaktifkan vitamin B12 yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf.

Akibatnya, pengguna dapat mengalami keluhan seperti kesemutan, gangguan berjalan, hingga kelumpuhan. Dicky menegaskan, kerusakan saraf akibat penyalahgunaan N2O bisa bersifat permanen.

“Ini sering muncul biasanya beberapa hari atau minggu kemudian, sehingga dampaknya terlambat disadari,” jelasnya.

Dicky menekankan bahwa tren “whip pink” tidak boleh dianggap sebagai hiburan ringan. Penyalahgunaan zat legal tetap dapat menimbulkan dampak fatal jika digunakan di luar fungsi dan pengawasan yang semestinya. Edukasi dan kesadaran publik dinilai menjadi kunci untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih luas.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami