LAMPUNG TIMUR, GEMADIKA.com – Dinamika penjaringan Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur kian memanas. Bakal calon ketua, Arliyan Athnar Fadli, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang menyebut dirinya tidak mengembalikan berkas pencalonan.
Arliyan tidak membantah fakta tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keputusannya tidak melanjutkan proses pengembalian berkas terjadi setelah dukungan terhadap dirinya dicabut secara sepihak. Pencabutan dukungan itu, menurutnya, diduga kuat terjadi akibat adanya tekanan internal organisasi.
“Benar saya tidak mengembalikan berkas. Itu terjadi setelah dukungan kepada saya dicabut. Dan pencabutan itu, berdasarkan pengakuan rekan-rekan pendukung, diduga karena adanya tekanan,” tegas Arliyan. (4/2/2026)
Ia menyebut dugaan intimidasi tersebut mengarah kepada Muklis, yang hingga saat ini masih aktif menjabat sebagai Ketua PWI Lampung Timur. Arliyan menilai Muklis memiliki peran penting dalam pencabutan surat dukungan dari sejumlah anggota yang memiliki hak suara.
“Beberapa anggota yang sebelumnya sudah menandatangani surat dukungan kepada saya mengaku ditekan dan dipertanyakan, ‘kenapa kalian mendukung Arliyan’, dengan alasan karena yang bersangkutan masih aktif sebagai Ketua PWI Lampung Timur,” ungkapnya.
Menurut Arliyan, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait independensi dan netralitas proses penjaringan calon ketua. Ia menilai, apabila benar terjadi tekanan terhadap anggota, maka hal itu bertentangan dengan prinsip demokrasi dan etika organisasi profesi wartawan.
“Seharusnya penjaringan ini menjadi ruang yang sehat, terbuka, dan bebas dari tekanan. Bukan sebaliknya,” katanya.
Tak hanya itu, Arliyan juga mengungkapkan dugaan tindakan lain yang dinilainya semakin memperkeruh suasana organisasi. Salah satunya adalah dikeluarkannya salah satu anggota PWI Lampung Timur, Nurasikin, dari grup komunikasi internal PWI.
“Informasi yang saya terima, saudara Nurasikin dikeluarkan dari grup PWI Lampung Timur. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, apalagi di tengah situasi penjaringan ketua yang sedang berlangsung,” kata Arliyan.
Ia menilai rangkaian peristiwa tersebut mengindikasikan adanya dugaan pembatasan ruang komunikasi dan kebebasan berpendapat di internal organisasi. Menurutnya, kondisi itu bertentangan dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh organisasi wartawan.
Arliyan berharap PWI Provinsi Lampung dapat turun tangan menjaga marwah dan kredibilitas organisasi dengan memastikan seluruh tahapan penjaringan dan pemilihan Ketua PWI Lampung Timur berjalan secara jujur, adil, transparan, serta bebas dari intimidasi dalam bentuk apa pun.
Sementara itu, saat ditemui wartawan GEMADIKA.com di Kantor PWI Lampung Timur, Muklis belum memberikan klarifikasi secara rinci terkait tudingan tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya perlu mengetahui secara jelas pihak-pihak yang dimaksud dan menyebut sedang terburu-buru karena harus menghadiri agenda ke tingkat provinsi. (Fatul)




