NATUNA, GEMADIKA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, terus berinovasi dalam mempromosikan potensi wisata daerah perbatasan dengan memanfaatkan platform digital berbasis multibahasa.
Melalui situs resmi Dispar Natuna yang dapat diakses di laman https://dinaspariwisata.natunakab.go.id/, berbagai informasi pariwisata disajikan secara lengkap dan mudah diakses oleh masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Natuna, Kardiman, mengatakan bahwa salah satu fitur unggulan dalam situs tersebut adalah menu “Natuna Lawa” yang memuat beragam informasi wisata, termasuk e-book pariwisata.
E-book tersebut disusun dalam tiga bahasa asing, yakni Inggris, Mandarin, dan Jepang, sebagai strategi untuk menjangkau pasar wisatawan internasional.
Ia menjelaskan, pemilihan bahasa tersebut didasarkan pada letak geografis Natuna yang strategis dan berdekatan dengan sejumlah negara, sehingga memiliki potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan asing.
“Ia menjelaskan, penyajian informasi dalam berbagai bahasa diharapkan memudahkan wisatawan asing dalam mengetahui dan merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di Natuna. Informasi yang disajikan juga dikemas secara praktis dan mudah dipahami.”
“E-book pariwisata ini menjadi media promosi digital yang efektif, mudah diakses, dan saat ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Selain e-book, situs tersebut juga menyediakan berbagai konten pendukung lain, seperti berita pariwisata, kalender event, hingga promosi produk lokal yang mencakup kuliner khas dan kerajinan daerah.
Seluruh informasi yang tersedia tidak hanya dapat dibaca secara daring, tetapi juga bisa diunduh, sehingga memudahkan wisatawan dalam mengaksesnya kapan saja.
Kardiman menambahkan bahwa platform “Natuna Lawa” juga dirancang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pengguna.
Ia menyebut inovasi ini merupakan hasil dari Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Administrator yang diikutinya di Jakarta. Menurutnya, pemanfaatan media digital ini tidak hanya memperluas jangkauan promosi wisata, tetapi juga lebih efisien dari sisi anggaran.
“E-book ini memudahkan wisatawan mendapatkan informasi tanpa harus membawa bahan cetak, karena bisa diunduh secara digital,” katanya.
Dengan strategi digitalisasi ini, Dispar Natuna berharap potensi wisata daerah perbatasan semakin dikenal luas, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Dilansir dari Antarakepri





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan