JAKARTA, GEMADIKA.com — Publik Amerika Serikat digegerkan dengan terungkapnya kasus dugaan penimbunan ratusan batang emas oleh mantan perwira senior badan intelijen CIA, David Rush. Pria yang disebut pernah memiliki izin keamanan tingkat tinggi itu diduga menyimpan sekitar 300 batang emas senilai lebih dari US$40 juta atau setara Rp713 miliar di kediaman pribadinya.

Tak hanya itu, Rush juga dituduh mencuri dana pemerintah serta memalsukan riwayat pendidikan dan kariernya selama hampir dua dekade.

Kasus ini mencuat setelah penyelidikan internal CIA menemukan adanya dugaan pelanggaran hukum serius. Temuan tersebut kemudian diserahkan kepada FBI untuk diproses lebih lanjut.

Dalam dokumen pengadilan federal Distrik Timur Virginia, Rush didakwa melakukan pencurian uang publik setelah aparat menemukan emas batangan, uang tunai jutaan dolar AS, hingga koleksi jam tangan mewah di rumahnya.

Penggerebekan yang dilakukan pada 18 Mei 2026 mengungkap temuan fantastis. Agen federal menyita sekitar 300 batang emas senilai lebih dari US$40 juta, uang tunai sekitar US$2 juta atau setara Rp35,6 miliar, serta 35 jam tangan mewah yang sebagian besar bermerek Rolex.

Menurut hasil penyelidikan FBI, Rush sebelumnya beberapa kali mengajukan permintaan dana operasional dalam jumlah besar, termasuk mata uang asing dan emas batangan, dengan alasan kebutuhan pekerjaan rahasia.

Namun saat penyidik memeriksa ruang penyimpanan resmi di dekat kantornya, sebagian besar aset tersebut tidak ditemukan. Investigasi kemudian mengarah ke rumah pribadi Rush.

Pihak FBI menduga Rush secara sengaja membawa dana dan emas yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan operasional negara ke rumahnya demi keuntungan pribadi.

“Setelah penyelidikan internal CIA mengidentifikasi potensi pelanggaran hukum, Direktur CIA John Ratcliffe merujuk informasi tersebut kepada FBI untuk penyelidikan penegakan hukum,” demikian pernyataan bersama CIA dan FBI dikutip dari NBC News.

Kasus ini juga memunculkan sorotan tajam terhadap sistem pengawasan keamanan pegawai intelijen Amerika Serikat. Sebab, Rush diduga mampu lolos dari pemeriksaan ketat selama bertahun-tahun.

Tak hanya soal emas, penyidik juga menemukan dugaan pemalsuan data pendidikan dan karier. Rush diketahui mengaku sebagai lulusan Universitas Clemson dan memiliki gelar pascasarjana dari Rensselaer Polytechnic Institute.

Ia juga mengklaim pernah mengikuti pelatihan Sekolah Pilot Uji Angkatan Laut AS hingga menjadi pembimbing tesis di Air Force Institute of Technology.

Namun seluruh klaim tersebut disebut tidak benar. Administrasi Penerbangan Federal AS bahkan tidak menemukan lisensi pilot atas nama Rush.

Meski dokumen pengadilan tidak secara langsung menyebut lembaga tempat Rush bekerja, dua sumber yang mengetahui riwayat kariernya memastikan bahwa ia merupakan pejabat CIA.

Kasus ini kini menjadi perhatian besar publik Amerika karena melibatkan mantan pejabat intelijen dengan akses rahasia negara dan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam skala besar.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami