JAKARTA, GEMADIKA.com – Kasus mengejutkan terjadi di India setelah seekor anak ular ditemukan di dalam makanan program makan siang sekolah. Insiden tersebut membuat lebih dari 150 siswa di Negara Bagian Bihar jatuh sakit dan harus mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa itu terjadi di Middle School Baluaha, Distrik Saharsa, Bihar. Program makan siang gratis yang disediakan pemerintah India melalui skema mid-day meal awalnya bertujuan meningkatkan gizi serta kehadiran siswa di sekolah. Namun kali ini, program tersebut justru memicu kepanikan massal.

Menurut laporan media lokal, seorang siswa menemukan anak ular di dalam hidangan yang dibagikan kepada murid. Tak lama setelah makanan dikonsumsi, ratusan siswa mulai mengeluhkan sakit perut, mual, dan kondisi lemas.

Baca juga :  6 Cara Simpel Menjaga Ginjal Tetap Sehat, Jangan Abaikan Kebiasaan Sehari-hari

Polisi bersama petugas kesehatan langsung datang ke lokasi untuk mengevakuasi para siswa ke pusat kesehatan terdekat. Sejumlah anak bahkan sempat dirawat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya mendapat penanganan intensif di rumah sakit.

Pemerintah daerah Bihar kemudian mengirim tim investigasi ke dapur pusat yang memasok makanan ke sejumlah sekolah di wilayah tersebut. Dugaan kelalaian dalam pengolahan makanan kini menjadi fokus penyelidikan.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya standar kebersihan dan keamanan pangan, terutama pada dapur berskala besar yang melayani anak-anak sekolah.

Pemerintah India sendiri sebenarnya telah menerbitkan pedoman ketat terkait keamanan pangan sekolah sejak 2015. Pedoman tersebut mencakup kewajiban membersihkan bahan makanan sebelum dimasak, menjaga higienitas dapur, hingga pemeriksaan kualitas makanan secara berkala.

Baca juga :  KPK Panggil 4 Hakim Terkait Kasus Dugaan Suap Sengketa Lahan di PN Depok

Selain itu, guru diwajibkan mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa untuk memastikan makanan aman dikonsumsi.

Kebersihan dapur, pengendalian hama seperti tikus dan serangga, hingga pemeriksaan kesehatan juru masak juga menjadi bagian penting dalam aturan tersebut.

Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat mengenai pengawasan distribusi makanan sekolah, terutama untuk program yang melibatkan ribuan siswa setiap hari.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami