JAKARTA, GEMADIKA.com — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengkritik pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, yang menilai tindakan penembakan terhadap pelaku begal dapat berpotensi melanggar hak asasi manusia.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan publik mengenai batas antara penegakan hukum dan perlindungan HAM dalam menghadapi tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Hotman menegaskan bahwa tindakan aparat terhadap pelaku kejahatan harus tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan. Menurutnya, tindakan tegas terukur dapat dilakukan apabila kondisi mengharuskan demi melindungi keselamatan masyarakat maupun petugas.
“Begal itu melanggar hak asasi. Kalau memang bisa dilumpuhkan secara lumpuhan biasa tanpa mati ya lebih bagus, tapi kalau nggak bisa ya mau tidak mau ditembak terukur,” kata Hotman Paris, Jumat (22/5/2026).
Hotman mengaku tidak sependapat dengan pandangan yang lebih menitikberatkan pada aspek HAM pelaku kejahatan tanpa melihat keresahan masyarakat yang menjadi korban aksi kriminal jalanan.
“Halo Pak Pigai, Menteri HAM, sudah waktunya anda mikir lagi apa anda cocok jadi Menteri HAM. Gua kesal sama lu, begitu banyak pelanggaran HAM di negeri ini satu pun belum berhasil kau bela,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Hotman juga menyinggung kiprahnya melalui layanan bantuan hukum yang selama ini memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengaku menjadi korban pelanggaran hak asasi maupun ketidakadilan hukum.
“Saat dua ribuan korban HAM dibela oleh Hotman 911, apa yang kau bela?” lanjutnya.
Menurut Hotman, aparat penegak hukum tetap perlu diberikan ruang untuk bertindak tegas dalam situasi yang membahayakan keselamatan publik. Ia menilai perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas dalam penanganan tindak kejahatan jalanan.
“Orang udah begal di mana-mana, kau bilang melanggar asasi. Coba bayangkan kalau keluargamu dibegal, putrimu dibegal, kau itu bilang kalau begalnya ditembak itu melanggar asasi?” katanya.
Hingga saat ini belum ada tanggapan terbaru dari Menteri HAM Natalius Pigai terkait kritik yang disampaikan Hotman Paris. Perdebatan mengenai penegakan hukum dan perlindungan HAM terhadap pelaku maupun korban kejahatan masih menjadi perhatian publik.




