JAKARTA, GEMADIKA.com – Kemacetan panjang masih terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sehari setelah badan jalan ambles pada Jumat (29/5/2026). Hingga Sabtu (30/5/2026) pagi, arus kendaraan dari arah Depok menuju Jakarta masih tersendat akibat penyempitan ruas jalan di lokasi perbaikan.
Pantauan di lapangan sekitar pukul 08.30 WIB menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga sekitar satu kilometer. Kepadatan lalu lintas dipicu oleh pekerjaan perbaikan saluran air yang masih berlangsung di area jalan yang mengalami ambles.
Lubang galian besar masih terlihat di sisi kiri jalan dan dikelilingi tumpukan tanah basah serta pagar pembatas proyek milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Sementara itu, beberapa bagian jalan yang sebelumnya ambles masih ditutup menggunakan pelat besi sebagai jalur darurat bagi kendaraan yang melintas.
Kondisi tersebut membuat kendaraan harus memperlambat laju sehingga antrean panjang terus terbentuk, terutama pada jam-jam sibuk.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta masih berjaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas menggunakan sistem buka-tutup. Rekayasa lalu lintas dilakukan karena lebar jalan berkurang akibat pekerjaan perbaikan yang belum selesai.
“Masih seperti sebelumnya, tetapi kami upayakan kendaraan tetap bisa melintas. Namun memang harus bergantian karena jalurnya menyempit,” ujar salah seorang petugas Dishub yang bertugas di lokasi.
Di area proyek, sejumlah pekerja dan alat berat juga masih tampak bersiaga. Pihak pelaksana proyek menyebut pekerjaan utama dilakukan pada malam hari guna meminimalkan dampak kemacetan pada siang hari.
“Perbaikan semalam sudah mulai kami lakukan. Untuk pekerjaan utama tetap dilanjutkan malam hari supaya tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas siang,” kata seorang petugas proyek.
Sebelumnya, badan Jalan Raya Lenteng Agung ambles pada Jumat pagi dan menyebabkan kemacetan panjang di kawasan tersebut. Amblesnya jalan mengungkap kondisi tanah di bawah badan jalan yang ternyata sudah kosong atau kopong.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan cukup serius sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh.
“Dari hasil pemantauan tim di lapangan diketahui bahwa kondisi di bawah jalan memang sudah kopong sehingga perlu penanganan serius oleh pihak SDA,” ujarnya.
Menurut Rifki, perbaikan saluran air harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum proses pemulihan badan jalan dapat dilakukan. Sementara itu, Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa perbaikan permanen dilakukan dengan mengganti saluran lama menggunakan box culvert beton.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif selama proses perbaikan berlangsung guna mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Lenteng Agung.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan