SURABAYA, GEMADIKA.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur membagikan sebanyak 485 ekor sapi kurban kepada masyarakat dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban tersebut disalurkan melalui kantor DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, pondok pesantren, masjid, organisasi keagamaan, hingga panti asuhan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, mengatakan kegiatan berbagi hewan kurban tersebut merupakan agenda rutin partai sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat kecil.
“Sebagaimana kami sampaikan bahwa 485 sapi kami salurkan ke masing-masing DPC PDI Perjuangan, pondok pesantren, masjid, ormas keagamaan dan panti asuhan. Khusus yang dipotong di kantor-kantor DPC PDI Perjuangan se-Jatim akan disalurkan ke warga miskin sekitar dan panti asuhan,” ujar Said Abdullah dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, Idul Adha bukan hanya menjadi momentum ibadah spiritual, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia menilai masih banyak masyarakat Jawa Timur yang bekerja di sektor informal dengan pendapatan terbatas, sehingga momen kurban menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan.
“Kegiatan ini rutin dilakukan oleh kami, keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Timur. Idul Adha itu ibadah spiritual sekaligus sosial,” katanya.
Said menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki, sekitar 64,4 persen masyarakat Jawa Timur masih bekerja di sektor informal. Kondisi tersebut membuat sebagian warga belum mendapatkan standar penghasilan layak maupun jaminan sosial yang memadai.
Selain itu, ia juga menyoroti rendahnya konsumsi daging sapi masyarakat Jawa Timur. Padahal, provinsi tersebut merupakan salah satu penghasil sapi terbesar di Indonesia.
“Kami ingin berbagi dengan rumah tangga miskin agar mereka juga bisa merasakan berkah Idul Adha. Bagi sebagian warga, mengonsumsi daging sapi masih menjadi kemewahan karena harga yang mahal,” ungkapnya.
Melalui penyaluran ratusan sapi kurban tersebut, PDIP Jatim berharap dapat membantu masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah kehidupan sosial masyarakat.
“Kami berharap apa yang dilakukan DPD Partai menjadi tenunan rajutan sosial sebagai identitas partai wong cilik berbagi bersama wong cilik,” pungkas Said Abdullah.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan