JAKARTA, GEMADIKA.com – Roket New Glenn milik perusahaan antariksa Blue Origin meledak menjadi bola api dan menghancurkan tempat peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat, Kamis (22/5/2026) pukul 09.00 ET. Insiden ini terjadi saat uji coba tembakan statis yang seharusnya menjadi langkah penting menuju misi kembali ke Bulan bersama NASA.

Blue Origin mengonfirmasi kejadian tersebut melalui pernyataan resmi dan mengategorikannya sebagai anomali teknis.

“Kami mengalami anomali selama uji hotfire hari ini. Semua personel telah dipertanggungjawabkan. Kami akan memberikan pembaruan saat kami mempelajari lebih lanjut,” tulis Blue Origin.

Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos, turut merespons insiden ini dengan nada optimistis meski mengakui beratnya situasi.

“Hari yang sangat berat, tapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun ulang dan kembali terbang. Itu sangat berharga,” tulisnya.

Sementara itu, rival sekaligus sesama tokoh industri antariksa, Elon Musk dari SpaceX, memberikan komentar singkat di platform X.

“Sangat disayangkan. Roket itu sulit,” ujar Musk.

Ledakan ini semakin memperpanjang hambatan Blue Origin dalam persaingan menyediakan pendarat bulan untuk misi Artemis NASA. Sebelumnya, muatan penerbangan ketiga New Glenn sempat salah orbit bulan lalu dan FAA sempat melarang terbang roket tersebut.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap jadwal proyek setelah insiden ini. Perlu diketahui, Blue Moon milik Blue Origin dan Starship HLS milik SpaceX sama-sama bersaing untuk mengangkut kru Artemis IV ke Bulan pada misi 2028 mendatang.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami