JAKARTA, GEMADIKA.com – Jagat media sosial kembali dipenuhi rasa duka dan keprihatinan setelah sebuah kisah menyentuh hati seorang pengemudi ojek online (ojol) viral dan menuai banyak simpati dari warganet.
Pengemudi tersebut diketahui merupakan seorang bapak dengan keterbatasan pendengaran dan bicara (tunarungu dan tunawicara) yang tetap berjuang mencari nafkah untuk keluarganya di jalanan.
Di tengah usahanya menjalankan pekerjaan, ia justru menjadi korban aksi tidak bertanggung jawab berupa pesanan fiktif atau “prank” dari pihak yang tidak dikenal.
Dikirim ke Lokasi Palsu, Driver Kebingungan di Jalan
Kejadian bermula ketika sang pengemudi menerima sebuah pesanan melalui aplikasi. Namun, alamat tujuan yang diberikan ternyata tidak jelas dan diduga palsu, bahkan tidak ditemukan di peta maupun lokasi sebenarnya.
Dengan keterbatasan komunikasi yang dimilikinya, sang bapak tetap berusaha profesional menyelesaikan order tersebut. Ia terlihat berkeliling dan mondar-mandir menggunakan motornya, mencoba mencari titik lokasi yang tertera di aplikasi.
Sayangnya, semakin lama ia mencari, semakin jelas bahwa ia sedang dipermainkan oleh pesanan yang tidak benar.
Warga Turun Tangan, Sang Driver Akhirnya Menangis
Melihat kondisi pengemudi yang tampak kebingungan, sejumlah warga sekitar kemudian mendekat untuk membantu dan menanyakan apa yang terjadi.
Saat diberi perhatian dan dipahami kondisinya, sang pengemudi akhirnya tidak mampu menahan emosinya. Ia menghentikan motornya dan menangis di hadapan warga yang mencoba menenangkannya.
Tangisan tersebut menggambarkan rasa lelah, putus asa, sekaligus sakit hati karena perjuangannya mencari nafkah justru dijadikan bahan lelucon.
Tamparan Keras Soal Etika Bermedia Sosial
Peristiwa ini menjadi sorotan luas dan menuai kecaman dari warganet. Banyak yang menilai bahwa aksi prank yang merugikan seperti ini sudah melewati batas kewajaran dan tidak memiliki empati.
Bagi banyak orang, apa yang dialami pengemudi ojol tersebut bukan sekadar lelucon, melainkan bentuk ketidakpedulian terhadap perjuangan pekerja lapangan yang setiap hari bergantung pada penghasilan harian.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan