JAKARTA, GEMADIKA.com — Jangan lupa bawa payung hari ini! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan berbagai tingkat intensitas pada Senin (25/5/2026). Kondisi cuaca basah diprediksi mendominasi wilayah barat hingga timur Indonesia, dari Sumatera sampai Papua.

Petir Mengancam di Tiga Kota Barat

Prakirawan BMKG, M. Rizky, mengatakan potensi hujan disertai petir diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar di wilayah barat Indonesia. “Untuk bagian barat Indonesia, terdapat potensi hujan disertai dengan petir di Tanjungpinang, Palembang, dan Pontianak,” kata Rizky dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta.

Selain itu, hujan dengan intensitas sedang diprediksi mengguyur wilayah Serang serta Jakarta.

Prakiraan Lengkap Per Wilayah

Berikut kondisi cuaca yang diprakirakan BMKG untuk hari ini, Senin 25 Mei 2026:

Hujan Disertai Petir: Tanjungpinang, Palembang, Pontianak

Hujan Sedang: Serang, Jakarta

Hujan Ringan: Banda Aceh, Medan, Bengkulu, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Tanjung Selor, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Makassar, Manado, Palu, Kendari, Gorontalo, Mamuju, Ternate, Ambon.

Baca juga :  lmuwan Ungkap Musuh Terkuat Raja Firaun Selain Nabi Musa

Berawan Tebal: Pekanbaru, Pangkalpinang, Banjarmasin

Asap/Kabut: Padang

Ada Bibit Siklon Baru — Waspadai Cuaca Ekstrem

BMKG memberikan perhatian khusus pada kemunculan satu titik bibit siklon baru dan satu sirkulasi siklonik yang memicu terbentuknya jalur pertemuan angin di berbagai wilayah Indonesia. Aktivitas atmosfer tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara cukup signifikan di beberapa provinsi, mulai dari Jawa hingga ujung timur Papua.

Faktor Pemicu: MJO hingga El Nino

BMKG menjelaskan peningkatan potensi hujan dipengaruhi oleh aktivitas sejumlah fenomena atmosfer yang sedang aktif, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 4 (Maritime Continent), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta Mixed Rossby-Gravity (MRG). Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di beberapa wilayah turut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan perlambatan angin, sehingga kondisi atmosfer menjadi lebih mendukung pembentukan awan hujan.

Baca juga :  DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Tertutup Bahas Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Berdasarkan analisis iklim global terkini, ENSO terpantau berada pada fase El Nino Condition dengan nilai SOI -11,5 dan indeks NINO 3.4 +0,68. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan berkurangnya pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengingatkan bahwa prakiraan cuaca tersebut merupakan gambaran umum kondisi atmosfer pada hari ini. Masyarakat disarankan terus memantau pembaruan cuaca melalui aplikasi Info BMKG maupun akun media sosial resmi @infobmkg guna memperoleh informasi terkini terkait potensi hujan dan perubahan cuaca di masing-masing wilayah.

Bagi yang hendak beraktivitas di luar ruangan, pastikan membawa payung atau jas hujan, hindari berteduh di bawah pohon saat petir, dan pantau terus perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami