JAKARTA, GEMADIKA.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengapresiasi kebijakan Kementerian Keuangan dalam menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan nasional. Kebijakan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap penguatan likuiditas industri perbankan sekaligus meningkatkan fungsi intermediasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan penempatan dana SAL mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor perbankan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan Kementerian Keuangan yang menempatkan dana SAL di Bank Mandiri. Dana SAL menjadi bagian dari ekosistem penggerak ekonomi negeri yang kontribusinya dirasakan secara langsung dalam mendukung pertumbuhan kredit dan kebutuhan masyarakat,” ujar Riduan dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Riduan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia perbankan menjadi fondasi penting dalam mengoptimalkan efektivitas kebijakan fiskal sekaligus memperkuat fungsi intermediasi melalui penyaluran pembiayaan kepada berbagai sektor produktif.

“Kolaborasi tersebut semakin memperkuat komitmen Bank Mandiri untuk terus menjalankan perannya dalam menyalurkan pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan kepada sektor yang mendukung ekonomi kerakyatan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menjelaskan bahwa keberadaan dana SAL turut memberikan dampak positif terhadap struktur pendanaan perusahaan. Selain meningkatkan likuiditas, dana tersebut juga membantu menciptakan efisiensi biaya dana (cost of fund), sehingga ruang penyaluran kredit menjadi semakin luas.

Ke depan, Bank Mandiri akan tetap fokus memperkuat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya dana murah, melalui pengembangan ekosistem layanan dan percepatan transformasi digital. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga struktur pendanaan yang kuat dan berkelanjutan.

Dari sisi pembiayaan, Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun akan sejalan dengan pertumbuhan industri perbankan nasional. Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan fungsi intermediasi secara selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin.

Novita menambahkan, fokus utama penyaluran kredit tetap diarahkan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja.

“Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas aset secara disiplin, Bank Mandiri siap memberikan kontribusi positif dalam mendukung agenda prioritas pemerintah,” pungkas Novita.

Kebijakan penempatan dana SAL di perbankan nasional diharapkan dapat terus memperkuat stabilitas sektor keuangan sekaligus meningkatkan kapasitas bank dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat dan dunia usaha, sehingga mampu memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilansir dari CNNIndonesia.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami