BIAK NUMFOR, GEMADIKA.com – Ledakan dahsyat mengguncang wilayah Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Biak Numfor Regency, pada Minggu siang sekitar pukul 14.45 WIT atau 12.45 WIB. Peristiwa tersebut diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang masih aktif.

Insiden ini langsung menjadi sorotan media internasional, salah satunya kantor berita asal Prancis, AFP. Dalam pemberitaannya, AFP mengangkat judul “Suspected World War II ordnance explodes in Indonesia, five dead”.

Media tersebut menjelaskan bahwa sebuah benda yang diduga merupakan sisa peluru atau amunisi Perang Dunia II meledak di bawah rumah panggung di kawasan desa nelayan di Indonesia. Ledakan itu menewaskan lima orang dan melukai hampir 20 orang lainnya.

Dalam laporannya, AFP juga menggambarkan dahsyatnya ledakan yang mengejutkan warga sekitar.

“Ledakan di wilayah Papua timur Indonesia yang rawan konflik itu mengejutkan warga setempat dengan suara dentuman keras pada Minggu sore, mengeluarkan bola api yang diikuti oleh kolom asap tebal. Sembilan rumah hancur,”

Selain itu, pihak media juga mengutip keterangan juru bicara kepolisian Papua, Cahyo Sukarnito terkait dugaan sumber ledakan.

“Sumber ledakan tersebut diduga kuat berasal dari bom atau mortir peninggalan Perang Dunia II,”

Akibat peristiwa ini, tiga orang dilaporkan masih hilang, sementara sekitar 19 korban lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.

AFP turut menambahkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi di wilayah Indonesia lainnya, termasuk ledakan di Jawa Barat pada tahun sebelumnya yang menewaskan 13 orang saat proses pemusnahan amunisi tidak aktif.

Media tersebut juga menjelaskan konteks sejarah Indonesia pada masa Perang Dunia II, ketika wilayah Hindia Belanda menjadi medan pertempuran antara pasukan Jepang dan Sekutu.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui akun resmi @sar_nasional serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Biak, ledakan diduga berasal dari area bawah rumah panggung milik warga bernama Yulianus Raubaba.

Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa warga sekitar merasakan getaran kuat hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

“Warga yang berada di lokasi menyampaikan bahwa ledakan terdengar sangat keras dan getarannya terasa hingga beberapa kilometer dari titik kejadian. Material bangunan dan benda keras terlontar ke udara akibat kuatnya ledakan tersebut,”

Ledakan yang terjadi secara tiba-tiba itu juga menyebabkan kerusakan parah di sekitar lokasi, termasuk runtuhnya sejumlah bangunan di Kompleks Perikanan. Warga setempat segera melakukan upaya evakuasi darurat sebelum tim gabungan tiba untuk melakukan penanganan dan pengamanan area.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami