CIREBON, GEMADIKA.com – Keberadaan jalan tol di Kabupaten Cirebon tidak hanya berperan mempercepat mobilitas dan distribusi logistik, tetapi juga menjadi salah satu sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Infrastruktur ini kini tercatat sebagai sektor strategis yang memberi kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak daerah.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon mencatat, kontribusi pajak dari sektor jalan tol mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi salah satu penopang stabilitas fiskal daerah.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Cirebon, Fahmi Sudjati, menjelaskan bahwa tren kenaikan tersebut mulai terlihat sejak tahun anggaran 2022 dan terus bertahan hingga saat ini dengan angka yang relatif stabil.

“Pada tahun 2021, realisasi penerimaan pajak jalan tol berada di angka Rp6.567.085.274. Kemudian, memasuki tahun 2022 hingga tahun 2026 ini, angkanya melonjak tajam dan mampu dipertahankan secara konsisten di angka Rp9.714.865.526 setiap tahunnya,” ujar Fahmi saat memberikan keterangan resmi di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, penerimaan tersebut berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) atas objek jalan tol yang melintasi wilayah Kabupaten Cirebon. Perhitungan pajak didasarkan pada data luas tanah dan bangunan yang telah terdaftar secara resmi sebagai objek pajak.

Berdasarkan data Bapenda, total luas lahan jalan tol di Kabupaten Cirebon mencapai 3.595.310 meter persegi, sementara luas bangunan pendukungnya tercatat sekitar 1.107.410 meter persegi.

“Objek pajak jalan tol di Kabupaten Cirebon ini memiliki bentang luas tanah 3.595.310 meter persegi dan luas bangunan 1.107.410 meter persegi. Dengan cakupan luasan yang sangat besar tersebut, sektor ini otomatis memberikan kontribusi yang sangat signifikan dan menjadi sumber penerimaan fiskal yang stabil bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fahmi menegaskan bahwa kontribusi jalan tol tidak hanya berdampak pada penerimaan pajak daerah, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Keberadaan jalan tol dinilai mampu mempercepat arus barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, serta membuka akses ekonomi baru di kawasan sekitar jalur tersebut. Kondisi ini turut mendorong tumbuhnya investasi dan meningkatkan daya saing daerah.

“Capaian penerimaan pajak jalan tol yang konsisten menyentuh angka hampir Rp10 miliar per tahun ini menegaskan posisi strategis sektor infrastruktur dalam struktur PAD kita. Seluruh raihan pendapatan ini dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk stimulus pembangunan, mulai dari perbaikan jalan antar-kecamatan, peningkatan kualitas fasilitas kesehatan, penataan mutu pendidikan, hingga program pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tambah Fahmi.

Bapenda Kabupaten Cirebon juga menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan potensi pajak daerah melalui peningkatan data, inovasi pelayanan, serta perluasan basis pajak guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Penerimaan pajak dari berbagai sektor potensial akan terus kami maksimalkan melalui inovasi pelayanan dan akurasi data. Target kami adalah memastikan modal fiskal daerah kuat, sehingga program pembangunan berkelanjutan serta pelayanan publik prima yang didambakan masyarakat Kabupaten Cirebon dapat terwujud secara merata,” pungkasnya.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami