JAKARTA, GEMADIKA.com – Gelombang tren gaya hidup sehat kini semakin berkembang di kalangan generasi muda di berbagai kota besar. Aktivitas olahraga seperti lari tidak lagi sekadar kegiatan fisik, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus sarana ekspresi sosial bagi generasi Z dan milenial.
Fenomena ini dinilai membawa dampak positif di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko obesitas dan diabetes tipe 2 pada usia produktif. Perubahan gaya hidup tersebut menunjukkan adanya pergeseran pola perilaku masyarakat urban yang mulai lebih peduli terhadap kesehatan.
Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD, K-EMD, FINASIM, mengatakan bahwa kebiasaan berlari secara rutin dapat memicu kecanduan yang bersifat positif.
“Orang yang running itu kalau sehari enggak lari tuh ada yang kurang karena sudah habit-nya, sudah ada kenikmatan ketika dia lari,” ucap dia dalam sesi media discussion bersama PT Kalbe Farma Tbk, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, perubahan perilaku tersebut memiliki dasar ilmiah yang berkaitan dengan sistem saraf pusat. Aktivitas fisik seperti berlari dapat memicu pelepasan hormon dopamin di otak, yang memberikan rasa nyaman dan bahagia.
Hormon dopamin ini sebelumnya kerap diperoleh generasi muda dari konsumsi makanan manis atau minuman berkafein saat berkumpul di kafe. Namun, ketika tubuh mulai terbiasa mendapatkan “hadiah” dari aktivitas fisik, keinginan untuk mengonsumsi gula berlebih dapat berkurang secara alami.
Prof. Yunir menjelaskan bahwa efek positif dari olahraga tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mampu menggeser kebiasaan hidup sedentari yang umum terjadi di perkotaan.
“Jadi, yang menular tuh bukan penyakit, tapi menular ke hobi yang menyenangkan itu. ‘Oh ternyata enak kok’,” kata Prof. Yunir.
Ia menambahkan, lingkungan sosial memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan hidup sehat. Antusiasme seseorang dalam berolahraga dapat dengan mudah menyebar dalam lingkaran pertemanan, sehingga mendorong lebih banyak orang untuk ikut aktif bergerak.
Di sisi lain, gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung minim aktivitas fisik—seperti duduk dalam waktu lama saat bekerja maupun bersantai—menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus obesitas dan diabetes tipe 2 di usia muda.
Dengan semakin populernya tren olahraga lari, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih konsisten menerapkan pola hidup sehat guna menjaga keseimbangan fisik dan mental di tengah tekanan kehidupan modern.
Dilansir dari Kompascom.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan