JAKARTA, GEMADIKA.com – Wanita diketahui memiliki perlindungan alami terhadap penyakit jantung dibandingkan pria, terutama selama masih berada pada usia produktif dan belum memasuki masa menopause. Perlindungan tersebut berasal dari hormon estrogen yang berperan menjaga kesehatan pembuluh darah.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Bobby Arfhan Anwar, menjelaskan bahwa hormon estrogen membantu menjaga elastisitas pembuluh darah sehingga risiko terjadinya penyakit jantung koroner pada wanita pra-menopause relatif lebih rendah dibandingkan pria.

“Kabar baik buat teman-teman yang wanita, selama belum menopause, risiko penyakit jantungnya rendah banget,” ujar dr. Bobby dalam cuplikan podcast bersama Raditya Dika.

Menurutnya, kadar estrogen yang tinggi pada wanita usia produktif membuat pembuluh darah tetap sehat dan fleksibel. Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa angka kejadian serangan jantung pada wanita muda lebih rendah.

Risiko Meningkat Setelah Menopause

Namun, perlindungan tersebut tidak berlangsung selamanya. Saat memasuki masa menopause, produksi hormon estrogen menurun secara signifikan sehingga risiko penyakit jantung pada wanita meningkat dan menjadi setara dengan pria.

Baca juga :  1 dari 4 Balita di Indonesia Alami Anemia, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

“Yang membedakan kita dengan istri kita itu hormon estrogen mereka yang tinggi, yang bikin pembuluh darahnya awet dibandingkan kita laki-laki. Ketika dia menopause, estrogen turun, maka risiko penyakit jantung koroner pada wanita menjadi sama dengan laki-laki,” jelas dr. Bobby.

Merokok dan Vape Dapat Menghilangkan Proteksi Alami

Meski masih berada pada usia produktif, dr. Bobby mengingatkan bahwa perlindungan alami tersebut dapat hilang lebih cepat apabila wanita memiliki kebiasaan merokok atau menggunakan rokok elektronik (vape).

Menurutnya, kandungan zat berbahaya dalam rokok dan vape dapat mengganggu keseimbangan hormon sekaligus memicu peradangan pada pembuluh darah yang berujung pada penyempitan lebih dini.

“Merokok, ngevape itu ngerusak keseimbangan hormon seorang wanita dan itu menyebabkan peradangan dan akhirnya bikin penyempitan pembuluh darah yang lebih cepat dibandingkan seharusnya,” tuturnya.

Baca juga :  Turki Dinobatkan Jadi Negara Paling Berbahaya untuk Road Trip, Ini Daftar 10 Negara Berisiko Tinggi

Ia mengaku tidak jarang menemukan pasien wanita yang belum memasuki masa menopause tetapi sudah mengalami serangan jantung akibat kebiasaan merokok maupun menggunakan vape.

Diabetes dan Hipertensi Juga Meningkatkan Risiko

Selain kebiasaan merokok, dr. Bobby menyebut diabetes dan hipertensi juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita.

Kedua kondisi tersebut dapat mempercepat terjadinya kerusakan pembuluh darah, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya penyumbatan maupun serangan jantung.

Karena itu, ia mengimbau para wanita untuk menjaga pola hidup sehat, menghindari rokok dan vape, serta rutin memeriksa kondisi kesehatan agar perlindungan alami yang dimiliki tubuh tetap terjaga.

“Jadi buat teman-teman yang wanita yang merokok, baiknya jangan. Sayang, karena sudah ada proteksinya secara fitrahnya. Sayang kalau dirusak,” pungkasnya.

Dilansir dari SindoNews.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami