CHIBA, GEMADIKA.com – Kepolisian Prefektur Chiba, Jepang, menangkap seorang perawat berinisial Miyuki Furukawa (51) atas dugaan pembunuhan terhadap seorang pasien lansia dengan cara mencampurkan kotoran manusia (tinja) ke dalam selang infus korban. Pasien tersebut meninggal dunia akibat infeksi darah berat (sepsis) yang berujung pada kegagalan fungsi multiorgan.
Dilansir dari Asahi dan diberitakan kembali oleh detikHealth, korban diketahui bernama Eiji Aita (75) yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Kashiwa Tanaka, Prefektur Chiba, pada akhir Januari 2026.
Meski membantah seluruh tuduhan, penyidik menyebut sejumlah bukti digital serta rekaman kamera pengawas (CCTV) mengarah kuat kepada Furukawa sebagai pelaku.
Diduga Sempat Mencari Cara Membunuh Lewat Internet
Hasil penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan. Sebelum kejadian, Furukawa diduga sempat mencari informasi melalui internet mengenai efek mematikan apabila kotoran manusia dimasukkan ke dalam tubuh melalui infus.
Temuan tersebut menjadi salah satu bukti yang memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan dalam kasus tersebut.
Kronologi Kejadian
Insiden terjadi saat Furukawa bertugas pada sif malam tanggal 29 hingga 30 Januari 2026.
Korban diketahui bukan pasien yang berada di bawah tanggung jawab langsung Furukawa. Namun, rekaman CCTV memperlihatkan dirinya beberapa kali keluar-masuk kamar korban tanpa alasan medis yang jelas.
Sekitar pukul 04.00 waktu setempat, seorang perawat lain menemukan kondisi korban memburuk secara drastis. Korban tampak sangat pucat, bernapas pendek, dan mengeluhkan rasa sakit.
Saat dilakukan pemeriksaan, kepala perawat menemukan cairan di dalam selang infus korban telah berubah warna menjadi kecokelatan.
Selang infus tersebut kemudian dipotong, didokumentasikan, dan disimpan di dalam wadah steril sebagai barang bukti.
Namun, beberapa saat kemudian wadah tersebut dilaporkan hilang.
Ketika ditanya, Furukawa mengaku telah memindahkannya ke ruang perawat. Akan tetapi, wadah yang ditemukan di lokasi tersebut justru berisi cairan berwarna jingga kemerahan, berbeda dengan cairan cokelat yang sebelumnya diamankan.
Korban Meninggal Akibat Sepsis
Kondisi Eiji Aita terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia akibat sepsis berat yang menyebabkan kegagalan fungsi multiorgan.
Hasil autopsi forensik mengungkap adanya paparan bakteri dalam jumlah besar yang masuk ke aliran darah korban melalui selang infus yang diduga telah dicemari kotoran manusia.
Pihak rumah sakit kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian setelah menemukan berbagai kejanggalan selama proses perawatan.
Analisis laboratorium selanjutnya memastikan adanya kandungan tinja manusia pada sampel cairan infus korban.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi penyidik untuk menetapkan Furukawa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut.
Hingga kini proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap motif pasti di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Dilansir dari Detikhelt.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan