GROBOGAN, GEMADIKA.com – Suasana haru dan penuh berkah menyelimuti Dusun Sinawah, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Rabu malam (9/7/2025).

Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati masjid dusun untuk mengikuti pengajian umum dan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu dalam rangka menyambut bulan Muharam 1447 H.

Tradisi tahunan yang telah berlangsung puluhan tahun ini kembali menunjukkan kuatnya semangat gotong-royong dan kepedulian sosial masyarakat setempat.

Dimulai pukul 20.00 WIB, acara berlangsung dalam suasana khidmat dengan dipenuhi jamaah yang duduk rapat di lantai masjid.

Yang menarik dari kegiatan ini adalah partisipasi spontan warga dalam mengumpulkan dana santunan. Tanpa ada pungutan wajib, masyarakat secara sukarela memberikan sumbangan seikhlasnya untuk membantu puluhan anak yatim piatu di lingkungan sekitar.

Baca juga :  Perpisahan Perhutani dan LMDH Penuh Haru, Perkuat Sinergi Kelola Hutan dan Kesejahteraan Warga

Ustaz Mohata (50), salah satu panitia kegiatan, menjelaskan bahwa acara santunan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang telah mengakar dalam masyarakat Dusun Sinawah.

“Ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk kepedulian nyata dari warga Dusun Sinawah. Kami ingin menjaga semangat gotong-royong dan peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim piatu,” ujar Ustaz Mohata.

Ratusan warga memadati masjid untuk mengikuti pengajian umum dan penyerahan santunan anak yatim piatu dalam rangka menyambut bulan Muharam 1447 H.

Acara semakin berkesan dengan hadirnya K.H. Zaenudin dari Putat, Purwodadi, yang memberikan tausiyah mengenai keutamaan menyantuni anak yatim dalam Islam. Dalam ceramahnya yang menyentuh hati, beliau menekankan betapa pentingnya perbuatan mulia ini, terutama di bulan Muharam yang penuh keberkahan.

“Menyayangi anak yatim adalah jalan untuk mendapatkan rahmat Allah dan ketenangan dalam hidup. Apalagi jika dilakukan secara bersama-sama seperti ini, tentu keberkahannya akan berlipat ganda,” ungkap K.H. Zaenudin dalam ceramahnya.

Baca juga :  Taman Kartini Rembang Bersiap Bangkit, Pemkab Perketat Kerja Sama dengan Investor‎

Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada penerima santunan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Suasana kebersamaan yang tercipta menunjukkan bahwa nilai-nilai gotong-royong dan solidaritas masih sangat kuat di tengah masyarakat.

Para peserta pengajian tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah keagamaan, hingga penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang hadir bersama wali mereka.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, warga berharap tradisi mulia ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk berbagi kepedulian kepada sesama. (Joko P)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami