REMBANG, GEMADIKA.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Rembang dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor pertanian. Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Kecamatan Kaliori menyebabkan puluhan hektare tanaman padi siap panen roboh. Kondisi tersebut diperparah dengan serangan hama wereng yang menggerus hasil panen petani.

‎Dampak kerusakan terlihat di Desa Mojorembun dan Dusun Ngumpleng, Desa Gunungsari. Hamparan padi yang sebelumnya berdiri tegak menjelang panen kini rebah rata dengan tanah akibat terpaan angin kencang, Sabtu (28/2/26).

‎Bagi petani, padi yang roboh bukan hanya persoalan teknis panen, tetapi juga berdampak pada pembengkakan biaya operasional. Damun, petani asal Desa Mojorembun, mengaku harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk memanen padi yang rebah.

‎“Iya mas, hujan dan angin beberapa hari terakhir ini mengakibatkan padi kami roboh. Jadi harus diikat dulu satu per satu supaya bisa diangkat dan diproses mesin comby,” ujarnya saat ditemui di sawahnya.

‎Ia menjelaskan, sebelum mesin pemanen otomatis (combine harvester) dapat digunakan, batang padi yang roboh harus diikat terlebih dahulu agar mudah diangkat dan diproses.

‎Kondisi serupa dialami Sunardi, petani asal Dusun Ngumpleng, Desa Gunungsari. Selain terdampak cuaca buruk, tanaman padinya juga diserang hama wereng yang menyebabkan penurunan produksi secara signifikan.

‎“Biasanya kalau cuaca normal dan tidak roboh, lahan saya bisa menghasilkan 1 ton padi. Tapi karena sekarang pada roboh dan diperparah serangan wereng, panen pertama kali ini hanya dapat 7 kuintal,” ungkapnya.

‎Menurut Sunardi, hasil panen kali ini turun sekitar 30 persen dibandingkan musim sebelumnya.

‎Situasi tersebut juga memunculkan persoalan lain, yakni keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan), khususnya combine harvester. Saat musim panen raya, petani kerap kesulitan mendapatkan mesin panen karena jumlahnya terbatas. Tidak jarang, mereka harus mendatangkan alat dari luar daerah dengan biaya tambahan.

‎Sunardi berharap Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dapat melakukan pemerataan distribusi alsintan agar petani tidak kesulitan saat panen.

‎“Kami berharap ada pemerataan comby di setiap daerah. Kalau soal wereng, jujur kami masih bingung solusinya. Kami sangat berharap PPL atau Dinas Pertanian lebih proaktif memberikan arahan teknis kepada kami,” tambahnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, para petani di wilayah Kaliori berharap cuaca segera membaik agar sisa lahan yang belum dipanen tidak mengalami kerusakan lebih parah.(Aziz)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami