GAZA, GEMADIKA.com – Konflik bersenjata di Jalur Gaza kembali memanas setelah militer Israel mengklaim telah menewaskan pemimpin baru sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, dalam serangan udara yang terjadi pada Selasa (26/5/2026).
Tokoh yang disebut tewas tersebut adalah Mohammed Odeh, sosok yang dikabarkan baru sekitar satu minggu menjabat sebagai pemimpin Brigade Al-Qassam setelah gugurnya pendahulunya dalam serangan sebelumnya.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut operasi militer tersebut sebagai keberhasilan besar bagi pasukan Israel. Ia bahkan memberikan apresiasi terhadap kinerja tentaranya dalam operasi yang dilakukan di wilayah Gaza.
“Komandan sayap bersenjata Hamas di Gaza telah dilenyapkan kemarin dan dikirim untuk bertemu dengan rekan-rekannya,” kata Katz, dikutip dari Al Arabiya pada Rabu (27/5/2026).
Serangan ini terjadi kurang dari dua pekan setelah kematian pemimpin Brigade Al-Qassam sebelumnya, Ezzedine Al-Haddad, yang dilaporkan tewas akibat serangan Israel pada 15 Mei lalu.
Kematian Al-Haddad sebelumnya disebut meninggalkan duka mendalam bagi kelompok Hamas dan warga Palestina, khususnya masyarakat di Jalur Gaza yang terus berada dalam tekanan konflik berkepanjangan.
Meski demikian, hingga saat ini Hamas belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim tewasnya Mohammed Odeh. Kelompok tersebut juga belum pernah secara terbuka mengumumkan Odeh sebagai kepala Brigade Al-Qassam.
Namun berdasarkan sejumlah sumber, Odeh diketahui telah lama menjabat sebagai kepala intelijen Hamas dan dianggap sebagai salah satu tokoh senior penting yang masih aktif di Jalur Gaza.
Sementara itu, sumber internal Hamas yang diwawancarai AFP menyebutkan bahwa istri dan dua anak Mohammed Odeh turut menjadi korban dalam serangan udara Israel tersebut.
Prosesi pemakaman keluarga korban dilaporkan berlangsung pada Rabu (27/5/2026) di tengah situasi Gaza yang masih dilanda serangan dan ketegangan militer.
Konflik antara Israel dan Hamas sendiri hingga kini masih terus memakan korban jiwa dan memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah Gaza.




