JAKARTA, GEMADIKA.com – Kelopak mata atas yang tampak turun sering kali dianggap hanya sebagai masalah penampilan atau tanda kelelahan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi gejala ptosis, yaitu gangguan pada kelopak mata yang berpotensi memengaruhi fungsi penglihatan hingga menjadi tanda penyakit yang lebih serius.

Dokter Spesialis Mata dari Asian Healthcare Specialist (AHS) Singapura, Dr. Roy Tan, mengingatkan bahwa ptosis tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari maupun kualitas hidup penderitanya.

“Ptosis bukan sekadar persoalan estetika. Kelopak mata yang turun dapat mengganggu pandangan, menyulitkan aktivitas sehari-hari seperti membaca atau mengemudi, bahkan pada kasus tertentu dapat memengaruhi perkembangan penglihatan,” ujar Dr. Roy Tan.

Menurutnya, selain mengganggu penglihatan, ptosis juga dapat menurunkan rasa percaya diri sehingga berdampak pada kondisi psikologis seseorang.

Apa Itu Ptosis?

Ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata bagian atas turun di bawah posisi normal.

Gangguan ini dapat terjadi pada satu mata (unilateral) maupun kedua mata (bilateral).

Baca juga :  Dokter Onkologi Tegaskan Vaksin HPV Jadi Cara Paling Efektif Mencegah Kanker Serviks

Ptosis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Ptosis kongenital, yang sudah terjadi sejak lahir akibat perkembangan otot kelopak mata yang tidak sempurna.
Ptosis akuisisi, yang muncul seiring bertambahnya usia akibat melemahnya otot levator, yaitu otot yang berfungsi mengangkat kelopak mata.
Gejala Ptosis yang Perlu Diwaspadai

Selain kelopak mata yang tampak turun, terdapat sejumlah gejala lain yang sering dialami penderita, antara lain:

Kelopak mata menutupi sebagian atau seluruh pupil mata.
Wajah terlihat selalu lelah atau mengantuk.
Gangguan pada lapang pandang, terutama saat melihat ke atas.
Kebiasaan mendongakkan kepala agar penglihatan tetap jelas.
Sering mengangkat alis atau mengernyitkan dahi sehingga memicu sakit kepala.
Mata terasa kering atau justru lebih sering berair akibat distribusi air mata yang terganggu.
Bisa Menjadi Tanda Gangguan Serius

Dr. Roy Tan menjelaskan bahwa ptosis yang muncul secara perlahan umumnya berkaitan dengan proses penuaan.

Baca juga :  Kementerian PU Rampungkan Irigasi Air Tanah di Pulau Yamdena, Dukung Panen Petani hingga Tiga Kali Setahun

Namun, apabila kelopak mata turun secara tiba-tiba dan disertai gejala lain, kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan saraf yang membutuhkan penanganan segera.

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

Penglihatan ganda (diplopia).
Kelemahan otot pada bagian tubuh lain.
Pupil mata membesar pada salah satu sisi.
Kelopak mata turun dalam hitungan jam atau beberapa hari.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan saraf maupun stroke sehingga memerlukan pemeriksaan darurat.

Kapan Harus ke Dokter?

Untuk kasus ptosis yang berkembang perlahan akibat proses penuaan, pemeriksaan ke dokter spesialis mata tetap dianjurkan agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti.

Dokter akan menentukan apakah pasien memerlukan terapi tertentu atau tindakan koreksi, termasuk operasi, guna mengembalikan fungsi penglihatan secara optimal.

Penanganan yang tepat tidak hanya membantu memperbaiki penampilan, tetapi juga mencegah gangguan penglihatan yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari CNBC.

Untuk Informasi dan Kerja Sama, Klik Banner atau Hubungi Kami

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami