BANGKALAN, GEMADIKA.com – Jembatan Suramadu yang membentang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura menjadi salah satu ikon penting bagi mobilitas masyarakat. Namun di balik kemegahannya, jembatan ini juga menyimpan catatan kelam sering terjadi kecelakaan lalu lintas, mulai dari ringan hingga yang merenggut nyawa.

Teranyar, pada Minggu pagi (13/7), terjadi kecelakaan tragis di jalur dari Surabaya menuju Madura. Seorang pengendara sepeda angin tertabrak sebuah mobil pick up berwarna putih di tengah Jembatan Suramadu. Kecelakaan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menanggapi insiden ini, Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady, S.I.K., M.A.P., memberikan peringatan keras kepada para pengguna jalan agar lebih disiplin dan berhati-hati dalam berkendara di sepanjang Jembatan Suramadu.

foto istimewa

“Bagi seluruh pengguna jalan baik R2 maupun R4 yang melintasi Jembatan Suramadu dihimbau untuk lebih berhati-hati dan waspada serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Hal ini penting, untuk menekan terjadinya laka lantas kembali terjadi,” ungkapnya, Selasa (15/07/25).

AKP I Gusti Bagus Krisna menjelaskan bahwa sejumlah pelanggaran masih kerap terjadi di jalur tersebut. Ia menyoroti beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pengguna jalan seperti larangan berhenti sembarangan, bermain layang-layang di sekitar jembatan, serta pentingnya pemisahan jalur kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4).

“Bagi pengguna jalan R2 kami kembali mewanti-wanti untuk tidak menerobos jalur cepat R4 karena sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal apabila terjadi kecelakaan. Kami himbau bagi R2 untuk tetap berada di jalur R2 demi keamanan dan juga keselamatan pengguna jalan itu sendiri,” ujarnya.

Guna meminimalisir angka kecelakaan di kawasan ini, Satlantas Polres Bangkalan juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan melalui patroli rutin, khususnya di area rawan kecelakaan di sepanjang Jembatan Suramadu.

“Kami akan lakukan patroli rutin di Jembatan Suramadu. Hal ini kami lakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat tentang pentingnya taat lalu lintas,” tutupnya.

Dengan panjang jembatan mencapai 5,4 kilometer dan tingkat lalu lintas yang cukup padat, Jembatan Suramadu memang membutuhkan perhatian ekstra, baik dari pengguna jalan maupun aparat terkait. Edukasi dan penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat menjadi solusi dalam menekan angka kecelakaan dan menciptakan jalan yang lebih aman bagi semua pengguna.

(nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami