TOBA, GEMADIKA.com – Aksi pencurian yang berujung pada pengejaran dramatis berakhir dengan tragedi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Silimbat Parsoburan, Desa Hutanamora, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025) sore.

Tiga orang yang diduga sebagai pelaku pencurian mengalami kecelakaan fatal ketika mobil minibus Toyota Avanza bernomor polisi BK 1719 WAF yang mereka tumpangi terbalik.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan menewaskan dua dari tiga pelaku, sementara satu orang lainnya diduga berhasil melarikan diri dari lokasi.

Kapolsek Silaen AKP P. Manurung yang dikonfirmasi langsung di lokasi kejadian menjelaskan kronologi lengkap peristiwa tersebut. Menurutnya, para pelaku sebelumnya melakukan aksi pencurian di daerah Balige dan kemudian dikejar oleh warga setempat.

“Berdasarkan informasi, para pelaku tersebut melakukan pencurian dari daerah Balige dan dikejar oleh warga. Para terduga pelaku masuk ke daerah Kecamatan Silaen, kemudian ke daerah Desa Hutagaol Sihujur,” ungkap AKP P. Manurung.

Namun, upaya pelarian mereka terhenti karena kondisi geografis yang tidak menguntungkan. Desa Hutagaol Sihujur yang berada di bawah perbukitan tidak memiliki jalan keluar, memaksa para pelaku untuk berbalik arah menuju Kota Kecamatan Silaen dengan kecepatan yang tidak terkendali.

Kondisi mobil Toyota Avanza BK 1719 WAF dalam keadaan terbalik dengan kerusakan parah di tengah jalan. Warga dan petugas berkumpul di sekitar lokasi kejadian untuk melihat kondisi kendaraan yang dikendarai para pelaku pencurian di Jalan Lintas Silimbat Parsoburan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025). (Foto Istimewa)

Yang mencengangkan, meski ban depan mobil sudah dalam kondisi pecah, para pelaku tetap memaksakan diri untuk melaju kencang. Aksi nekat ini tidak hanya membahayakan diri mereka sendiri, tetapi juga mencelakakan warga sipil yang tidak berdosa.

“Menurut keterangan warga, meski ban depan mobil sudah pecah, mobil tetap melaju kencang dan juga menabrak beberapa warga. Sekitar tiga orang warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan,” tambah Kapolsek Silaen.

Dalam pengejaran yang intens ini, bahkan Kapolsek Silaen sendiri tidak luput dari bahaya. AKP P. Manurung mengaku terpaksa melompat ke dalam parit untuk menghindari mobil yang melaju tak terkendali.

“Kapolsek juga turut jadi korban saat melakukan pengejaran pelaku. Kapolsek mengaku dirinya terpaksa melompat ke dalam parit untuk menghindar dan hanya mengalami luka ringan bagian kaki dan lengan,” jelasnya.

Drama pengejaran ini akhirnya berakhir dengan tragedi ketika mobil yang dikendarai para pelaku ditemukan dalam kondisi terbalik dengan kerusakan berat. Dua pelaku ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara satu orang diduga berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.

Hingga saat ini, identitas para pelaku belum dapat dipastikan. Kedua jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara mobil yang digunakan para pelaku telah diamankan oleh Polres Toba untuk keperluan penyelidikan.

Pihak kepolisian kini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kasus ini, termasuk pencarian terhadap pelaku yang masih melarikan diri. Selain itu, polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi dan korban yang terluka untuk melengkapi berkas penyidikan. (Jamarlin Saragih)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami