SUKABUMI, GEMADIKA.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Kamis (11/9/2025) berubah menjadi petaka bagi warga Kampung Tipar, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat. Banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga menghancurkan fasilitas pendidikan di kawasan tersebut.

Lima Rumah Terendam, Pesantren Rusak Parah

Bencana alam yang berlangsung selama beberapa jam ini berhasil merendam lima rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Namun yang lebih mengkhawatirkan, banjir juga menyasar kompleks Pesantren Al Masthuriyah yang berada di kawasan yang sama.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengungkapkan kerusakan yang cukup serius terjadi di pesantren tersebut. Beberapa fasilitas vital seperti ruang kelas, laboratorium komputer, dan kantor madrasah tidak luput dari terjangan air bah.

“Selain itu, dua unit kolam ikan bioflok milik pesantren juga rusak akibat terendam banjir,” kata Daeng saat memberikan keterangan kepada media.

Lebih detail, Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi menjelaskan bahwa kerusakan di MTs Al Masthuriyah cukup parah. Jendela kelas VII (3) berikut pintu sekat antar ruang VII (3) dan VII (4) jebol, sehingga ruang kelas, kantor, dan laboratorium komputer terendam sepenuhnya.

Hujan 3 Jam Berubah Jadi Bencana

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, hujan deras sudah dimulai sejak pukul 11.30 WIB dan terus berlangsung hingga memicu banjir pada pukul 14.00 WIB. Intensitas hujan yang tinggi dalam durasi relatif singkat ini menjadi pemicu utama meluapnya aliran air di kawasan tersebut.

Suasana mencekam terekam dalam video yang dibuat warga, menampilkan bagaimana air dengan cepat masuk dan merusak berbagai fasilitas di lingkungan Perguruan Al Masthuriyah. Para warga terlihat panik namun segera bergegas menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Dugaan Kuat: Proyek Tol Bocimi Jadi Biang Keladi

Yang menjadi sorotan utama dalam peristiwa ini adalah dugaan kuat bahwa banjir disebabkan oleh aktivitas pembangunan infrastruktur besar di wilayah tersebut.

“Luapan air yang menggenangi rumah warga dan kompleks Perguruan Al Masthuriyah diduga adanya proyek jalan tol yang mempersempit aliran air. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelas Daeng saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Kamis (11/9/2025).

Dugaan ini merujuk pada proyek pembangunan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) yang diduga menyebabkan penyempitan aliran air di sekitar lokasi. Akibat penyempitan tersebut, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke pemukiman warga serta area pesantren.

Tim Gabungan Bergerak Cepat

Meski banjir telah surut pada Kamis sore, upaya normalisasi dan pembersihan terus dilakukan secara intensif. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, PMI (Palang Merah Indonesia), dan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) langsung turun ke lapangan untuk membantu warga.

“Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Upaya normalisasi pascabanjir terus dilakukan bersama tim gabungan dan masyarakat,” tambah Daeng dengan nada lega.

Daeng juga menjelaskan koordinasi yang telah dilakukan timnya: “Kami sudah berkoordinasi dan melakukan pembersihan material lumpur di lokasi. Saat ini normalisasi lingkungan pondok pesantren masih terus dilaksanakan,” ungkapnya.

Hingga Kamis sore, warga bersama pihak sekolah masih terlihat berjibaku membersihkan sisa-sisa lumpur yang menempel di rumah dan ruangan yang terdampak. Semangat gotong royong terlihat jelas saat seluruh komunitas bergabung dalam upaya pemulihan.

Peringatan Dini untuk Warga

Mengantisipasi kemungkinan terulangnya kejadian serupa, BPBD Kabupaten Sukabumi mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika cuaca ekstrem kembali terjadi di wilayah mereka.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan infrastruktur harus mempertimbangkan dampak lingkungan, khususnya terhadap sistem drainase dan aliran air alami di suatu kawasan. (Mond)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami