JAKARTA, GEMADIKA.com – Pernahkah Anda tiba-tiba bangun di tengah malam dengan keringat dingin setelah bermimpi hal-hal yang berkaitan dengan ajal? Jangan panik dulu, karena menurut para pakar psikologi, fenomena ini ternyata memiliki penjelasan yang lebih dalam dari sekadar pertanda mistis.

Lauri Loewenberg, seorang pakar interpretasi mimpi terkemuka, mengungkapkan bahwa visualisasi tentang kepergian dalam tidur sesungguhnya bukan pesan literal tentang akhir hayat. Sebaliknya, ini merupakan representasi simbolis dari transformasi, penyelesaian suatu episode hidup, atau pergantian babak dalam perjalanan seseorang.

“Ketika ada aspek dalam eksistensimu yang hendak berakhir, pikiran bawah sadar memvisualisasikannya dalam bentuk kepergian supaya kamu lebih siap merelakan bagian itu,” jelasnya, seperti dilansir dari Verywell Mind, Jumat (9/1/2026).

Proses pelepasan ini justru membuka ruang bagi perkembangan diri yang baru dan memungkinkan seseorang untuk beranjak dari kondisi sebelumnya.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi bila visualisasi semacam ini muncul berkali-kali tanpa henti?

Sensasi Saat Mengalami Mimpi Kelam Ini

Mengalami visualisasi tentang kepergian dalam tidur dapat menimbulkan tekanan psikologis yang cukup berat dan memunculkan beragam reaksi emosional. Dr. Shelby Harris, pakar psikologi klinis yang fokus pada Behavioral Sleep Medicine (BSM) serta Cognitive Behavior Therapy (CBT) dari White Plains, New York, Amerika Serikat, menjabarkan dampak psikologis dari pengalaman ini.

“Reaksi yang muncul bisa berupa kesedihan, ketakutan, kegelisahan, kepanikan, kebingungan, atau justru rasa ingin tahu yang kuat,” papar Dr. Harris.

Tak hanya gejolak batin, tubuh pun bisa memberikan respons seperti jantung berdebar kencang, napas yang terasa berat, keluarnya peluh berlebih, atau bahkan gerakan anggota tubuh yang tidak disadari selama terlelap.

Bergantung pada kejernihan visualisasi tersebut dan seberapa banyak fragmen yang tersimpan dalam ingatan ketika terbangun, gejolak emosi dari pengalaman ini dapat bertahan lama dan mempengaruhi kondisi mental sepanjang hari.

“Pengalaman ini bahkan bisa membuatmu merenungkan lebih dalam tentang kondisi kehidupanmu saat ini, serta mencari tahu pesan apa yang ingin disampaikan oleh alam bawah sadarmu,” tambah Dr. Harris.

Meski demikian, ia menekankan bahwa mengalami visualisasi semacam ini sama sekali bukan pertanda bahwa hal buruk akan menimpa dalam kehidupan nyata. Aktivitas pikiran saat terlelap, termasuk yang bertemakan kepergian, hanya merefleksikan informasi yang sedang diolah oleh otak, pikiran yang berkecamuk, atau stimulus eksternal yang pernah diterima.

Kaitannya dengan Kondisi Kejiwaan

Mengalami visualisasi tentang kepergian saat terlelap merupakan fenomena yang lumrah dan tidak otomatis menandakan adanya persoalan kejiwaan yang serius.

“Akan tetapi, bila hal ini terjadi dengan frekuensi tinggi dan terus-menerus, ini bisa mengindikasikan beberapa kondisi yang perlu diwaspadai,” ungkap Dr. Harris.

Beberapa kondisi kesehatan jiwa yang mungkin berkaitan dengan pengalaman berulang ini mencakup:

  • Gangguan kegelisahan berlebih
  • Kondisi depresi
  • Gangguan trauma pasca kejadian atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)
  • Gangguan bipolar
  • Masalah pada pola istirahat malam

Apabila pengalaman ini berlangsung dengan intensitas tinggi dan menghambat rutinitas harian, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga profesional bidang kesehatan mental.

Faktor Pemicu yang Perlu Diketahui

Menurut Dr. Harris, ada sejumlah aspek yang dapat memicu munculnya visualisasi tentang kepergian dalam tidur. Aspek-aspek tersebut di antaranya:

Faktor Psikologis:

  • Tekanan hidup yang menumpuk
  • Perasaan duka yang mendalam
  • Rasa khawatir atau gelisah yang berlebihan

Faktor Situasional:

  • Transisi besar dalam kehidupan (seperti berganti profesi, berakhirnya relasi, dan sebagainya)
  • Persoalan yang masih mengganjal dan belum tuntas
  • Pengalaman menyakitkan di masa lampau
  • Keresahan terkait kondisi kesehatan pribadi atau orang-orang terdekat

Faktor Eksternal:

  • Paparan terhadap film, literatur, dan berbagai konten media yang mengandung tema kelam
  • Pengaruh keyakinan masyarakat atau tradisi tertentu
  • Peristiwa yang menimbulkan gejolak emosi kuat

“Akar penyebabnya bervariasi untuk setiap individu. Sangat penting untuk berdiskusi dengan ahli kesehatan mental bila pengalaman ini berulang kali terjadi dan menghambat kemampuanmu menjalani kehidupan secara normal,” saran Dr. Harris.

Individu yang terus-menerus mengalami gangguan tidur berupa visualisasi mengerikan yang sangat mengganggu mungkin akan didiagnosis mengalami gangguan mimpi buruk, khususnya bila kondisi ini sudah berdampak pada kualitas istirahat, stabilitas emosi, daya pikir, tingkat stamina, dan produktivitas sehari-hari.

Strategi Mengatasi Visualisasi Mengerikan

Terdapat beberapa pendekatan yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi atau menghilangkan pengalaman visualisasi tentang kepergian saat terlelap.

1. Selesaikan Urusan yang Tertunda

Loewenberg menyarankan untuk menuntaskan berbagai persoalan yang masih menggantung dalam kehidupan. Jika tengah menghadapi banyak perubahan, pengalaman ini mungkin merupakan sinyal dari alam bawah sadar untuk meninggalkan hal-hal yang sudah tidak memberikan manfaat lagi.

“Berani menghadapi realitas dari persoalan tersebut dalam dunia nyata dapat membantumu melepas beban, melaju ke depan, dan berkembang menjadi lebih baik,” tutur Loewenberg.

2. Arahkan Perhatian ke Depan

Pendekatan paling efektif untuk menghentikan atau mencegah pengalaman ini adalah dengan mengalihkan konsentrasi ke masa mendatang dan secara proaktif membangun kehidupan yang lebih berkualitas.

“Saat hendak terlelap, isi pikiranmu dengan hal-hal positif mengenai langkah-langkah yang sedang kamu ambil untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan membahagiakan,” kata Loewenberg.

Pikiran konstruktif sebelum beristirahat dapat mengarahkan alam bawah sadar ke arah yang lebih produktif dan menenangkan.

3. Manfaatkan Bantuan Ahli

Jika pengalaman ini sudah sangat mengganggu dan mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan, konsultasi dengan psikolog atau psikiater adalah pilihan yang tepat. Mereka memiliki kemampuan untuk menganalisis dan membantu memproses pengalaman tersebut secara lebih komprehensif.

Tenaga profesional di bidang kesehatan mental dapat membantu mengidentifikasi pemicu-pemicu yang mendasari pengalaman ini dan menyediakan strategi khusus untuk menangani gangguan tidur yang terus berulang.

Pada intinya, visualisasi tentang kepergian saat terlelap merupakan cara pikiran bawah sadar mengolah berbagai transisi dan perubahan dalam kehidupan. Dengan memahami dan menangani akar permasalahannya, seseorang dapat mengurangi frekuensi gangguan tidur yang mengganggu dan mendapatkan kualitas istirahat yang lebih baik.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami