CIREBON, GEMADIKA.com – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ho Chi Minh City University of Economics and Finance (UEF) Vietnam dalam rangkaian acara The 3rd Cirebon Annual Multidisciplinary International Conference (CAMIC) yang diselenggarakan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Senin (13/1/2026).
Penandatanganan kerja sama internasional ini menjadi langkah strategis UMC dalam memperluas jejaring global di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Buka Peluang Kolaborasi Akademik Luas
Kerja sama tersebut membuka peluang kolaborasi akademik yang luas, meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan ilmiah berskala internasional. Kesepakatan ini sekaligus menandai komitmen kedua institusi untuk saling memperkuat kapasitas akademik dan daya saing global di kawasan Asia Tenggara.
Tampak dalam foto, perwakilan UMC dan UEF menunjukkan dokumen MoU yang telah ditandatangani di depan layar besar bertuliskan “National Conference for Sustainable Futures” dengan latar belakang foto para pimpinan kedua universitas.
Wujud Nyata Internasionalisasi Muhammadiyah
Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari agenda besar internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah. Menurutnya, UMC berkomitmen untuk tidak hanya berkembang di tingkat nasional, tetapi juga aktif berkontribusi dalam ekosistem pendidikan tinggi internasional.
“MoU ini adalah wujud nyata dari internasionalisasi Muhammadiyah. Kami ingin mahasiswa dan dosen UMC memiliki pengalaman global, sekaligus membawa nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan yang menjadi ciri Muhammadiyah ke dunia internasional,” ujar Arif Nurudin yang didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sistem Informasi UMC, Dr. Badawi, S.E., M.Si., serta Wakil Rektor III, Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd.
UEF Apresiasi Kemitraan Strategis
Dari pihak UEF, Vice President UEF, Dr. Nhan Cam Tri, hadir secara daring untuk menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Kehadiran pimpinan UEF ini dinilai sebagai simbol kuat komitmen UEF dalam membangun kemitraan strategis lintas negara, khususnya dengan UMC, guna memperluas jejaring akademik dan kolaborasi internasional di kawasan Asia Tenggara.
Dalam sambutannya, Dr. Nhan Cam Tri menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ia menilai kemitraan antara UEF dan UMC memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
Menurutnya, tantangan global di dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut institusi untuk bersinergi lintas budaya dan lintas disiplin ilmu.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Ruang lingkup kerja sama UMC dan UEF mencakup pertukaran dosen dan peneliti, pertukaran mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, serta penyelenggaraan konferensi internasional, seminar, dan workshop bersama.
Selain itu, kedua perguruan tinggi juga sepakat mengembangkan riset dan publikasi ilmiah bersama, pertukaran informasi perpustakaan dan jurnal akademik, serta pelaksanaan program musim panas, magang, dan kegiatan akademik lainnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing lulusan kedua institusi di tingkat global, sekaligus memperluas peluang mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan pengalaman internasional yang berharga. (Selamet)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan