WASHINGTON DC, GEMADIKA.com – Situasi mencekam terjadi di kawasan sekitar Gedung Putih, Amerika Serikat, usai baku tembak hebat pecah pada Sabtu malam (23/5/2026) waktu setempat. Insiden tersebut memicu pengamanan ketat di pusat Kota Washington DC.

Beruntung, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan dalam kondisi aman karena saat kejadian sedang berada di dalam Gedung Putih untuk memimpin pembahasan terkait negosiasi perdamaian perang Iran.

Aparat keamanan gabungan langsung bergerak cepat menutup seluruh akses jalan menuju kawasan Gedung Putih. Pasukan Garda Nasional bahkan diterjunkan untuk memperketat pengamanan dan membarikade perimeter luar guna menghalau warga maupun awak media mendekati lokasi.

Direktur FBI Kash Patel mengonfirmasi bahwa pihaknya turut terlibat dalam penanganan insiden bersama Secret Service.

Berdasarkan informasi awal dari Secret Service, seorang pria bersenjata mendekati sisi barat perimeter Gedung Putih sebelum melepaskan tembakan secara membabi buta sebanyak tiga kali.

Petugas keamanan yang berjaga langsung membalas tembakan dan berhasil melumpuhkan pelaku sebelum berhasil menembus area utama Gedung Putih.

Pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dialaminya.

Selain pelaku, seorang warga sipil dilaporkan ikut terluka akibat terkena peluru nyasar saat baku tembak berlangsung. Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan terkait motif penyerangan tersebut.

Insiden ini sempat membuat suasana Washington DC siaga tinggi, terutama karena terjadi saat Presiden Trump tengah membahas isu geopolitik sensitif terkait konflik Iran.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami