JAKARTA, GEMADIKA.com — Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengusut dugaan praktik manipulasi data ekspor atau under invoicing yang diduga dilakukan perusahaan eksportir sawit, PT MMS.

Kasus tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, pengumpulan alat bukti permulaan, serta gelar perkara.

Dalam proses pengusutan, tim penyidik melakukan penggeledahan di kantor PT MMS yang berada di Jalan Ampera IV, Pademangan, Jakarta Utara, serta gudang perusahaan di kawasan pergudangan Laksana, Tangerang, Banten, Jumat (29/5/2026).

Kasubdit 1 Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Setyo K. Heriyatno, turun langsung memimpin proses penggeledahan tersebut.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan aktivitas ekspor perusahaan. Barang bukti itu meliputi dokumen perusahaan, dokumen invoice, dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), hingga beberapa unit CPU komputer.

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap dokumen-dokumen yang ditemukan saat penggeledahan untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang terjadi,” kata Kombes Setyo dalam keterangannya.

Penyidik menduga terdapat praktik manipulasi nilai ekspor sawit untuk mengurangi nilai transaksi sebenarnya atau yang dikenal dengan istilah under invoicing.

Praktik tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar karena nilai barang ekspor yang dilaporkan diduga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Bareskrim juga memastikan akan terus menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.

“Kami akan mendalami siapa saja yang bertanggung jawab dalam perkara ini serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional,” tegasnya.

Polri menegaskan komitmennya untuk menindak tegas berbagai pelanggaran di sektor perdagangan dan ekspor komoditas strategis nasional, termasuk dugaan manipulasi data ekspor crude palm oil (CPO) yang berpotensi merusak tata kelola perdagangan Indonesia.

Kasus ini menjadi perhatian karena sektor kelapa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami