JAKARTA, GEMADIKA.com – Fenomena langit pada Mei 2026 menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Dua peristiwa astronomi sekaligus, yakni Blue Moon dan hujan meteor Eta Aquariid, disebut menjadi momen langka yang menarik perhatian para pecinta langit di berbagai daerah.
Fenomena Blue Moon diketahui merupakan kondisi ketika bulan purnama terjadi lebih dari satu kali dalam periode tertentu. Meski tidak benar-benar berwarna biru, fenomena tersebut tetap menjadi daya tarik karena jarang terjadi dan dapat disaksikan dengan mata telanjang saat cuaca cerah.
Selain Blue Moon, hujan meteor Eta Aquariid juga diprediksi melintas di langit Indonesia sepanjang awal hingga pertengahan Mei. Fenomena ini berasal dari sisa debu komet Halley yang memasuki atmosfer bumi dan menghasilkan cahaya menyerupai bintang jatuh.
Warganet ramai membagikan foto dan video penampakan langit malam di berbagai platform media sosial. Banyak masyarakat mengaku sengaja begadang untuk menikmati fenomena alam tersebut bersama keluarga maupun komunitas pecinta astronomi.
Salah satu pengamat astronomi mengatakan fenomena ini menjadi kesempatan baik bagi masyarakat untuk lebih mengenal dunia antariksa dan keindahan alam semesta.
“Fenomena seperti Blue Moon dan hujan meteor memang menarik karena tidak selalu terjadi setiap tahun dengan kondisi pengamatan yang baik,” ujarnya.
Fenomena astronomi tersebut juga dimanfaatkan sejumlah komunitas untuk mengadakan kegiatan pengamatan langit menggunakan teleskop di beberapa daerah. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi, terutama dari kalangan anak muda dan pelajar.
Meski demikian, masyarakat diimbau memilih lokasi minim polusi cahaya agar fenomena hujan meteor dapat terlihat lebih jelas. Cuaca cerah juga menjadi faktor penting dalam pengamatan langit malam.
Fenomena Blue Moon dan hujan meteor Mei 2026 ini pun menjadi salah satu topik viral yang banyak dibicarakan publik karena menghadirkan keindahan alam yang jarang disaksikan secara langsung.




