JAKARTA, GEMADIKA.com — Selasa, 12/05/2026 — Diabetes bukan lagi sekadar penyakit orang tua. Kini, ancaman ini sudah merambah ke semua usia, termasuk anak muda dan bahkan anak-anak. Yang lebih mengkhawatirkan, banyak penderitanya tidak tahu bahwa mereka sudah mengidap penyakit ini. Indonesia sendiri kini masuk dalam daftar negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.
Fakta ini seharusnya jadi alarm bagi kita semua untuk lebih peduli pada kesehatan, terutama soal pola makan dan gaya hidup sehari-hari.
Angka yang Bikin Kita Harus Waspada
Data International Diabetes Federation (IDF) 2025 mencatat sekitar 20,4 juta penduduk Indonesia berusia 20–79 tahun hidup dengan diabetes. Jumlah itu menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia, di bawah China, India, Amerika Serikat, dan Pakistan.
Secara global pun kondisinya tidak kalah mengkhawatirkan. Diperkirakan 1 dari 10 orang dewasa di dunia hidup dengan diabetes, atau sekitar 589 juta orang pada tahun 2024. Angka ini diproyeksikan naik drastis menjadi 853 juta orang pada tahun 2050.
Yang lebih memprihatinkan, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes menyebut sebagian besar kasus diabetes di Indonesia belum diketahui oleh penderitanya sendiri. Artinya, banyak orang yang sudah sakit tapi tidak sadar dan terus membiarkan kondisinya memburuk tanpa penanganan.
Apa Saja Bahaya Diabetes?
Diabetes bukan penyakit yang bisa disepelekan. Kadar gula yang tinggi dalam darah dapat merusak pembuluh darah dan memicu gangguan pada berbagai organ, mulai dari ginjal, mata, hingga jantung.
Selain itu, komplikasi diabetes juga berdampak besar pada kehidupan sehari-hari. Produktivitas masyarakat terancam karena banyak penderita yang mengalami penurunan kualitas hidup akibat komplikasi yang ditimbulkan, baik pada pembuluh darah besar maupun kecil.
Apa Penyebabnya?
Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Di antaranya adalah konsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat, obesitas dan kelebihan berat badan, hipertensi atau tekanan darah tinggi, riwayat keluarga dengan diabetes, serta tingkat stres tinggi terutama di wilayah perkotaan.
Gaya hidup modern yang serba praktis ternyata juga ikut andil. Kebiasaan duduk lama seperti saat kerja jarak jauh atau bermain game meningkatkan risiko resistensi insulin. Bahkan polusi udara pun dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Kabar baiknya, diabetes bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup yang tidak harus berat. Berikut langkah-langkah yang bisa dimulai dari sekarang:
Jaga Pola Makan — Konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah seperti ubi, kacang-kacangan, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, serta buah rendah gula seperti alpukat. Diet tinggi serat terbukti mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 35%.
Rajin Bergerak — Lakukan olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat atau bersepeda selama 150 menit per minggu. Latihan kekuatan dua kali seminggu juga terbukti meningkatkan sensitivitas insulin.
Periksa Rutin — Lakukan tes gula darah puasa atau HbA1c setiap enam bulan sekali, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga diabetes.
Tidur yang Cukup — Tidur kurang dari enam jam per hari terbukti mengganggu metabolisme glukosa dan hormon kortisol dalam tubuh.
Diabetes memang serius, tapi bukan berarti tidak bisa dicegah. Mulai dari hal kecil kurangi minuman manis, perbanyak gerak, dan jangan malas periksa kesehatan. Karena lebih baik mencegah sejak dini daripada mengobati di kemudian hari.
Jika kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, atau luka yang sulit sembuh, segera konsultasikan ke dokter atau puskesmas terdekat.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan