JAKARTA, GEMADIKA.com — Selasa, 12/05/2026 — Pernahkah kamu tiba-tiba merasakan nyeri hebat di jempol kaki atau sendi lainnya saat bangun tidur di pagi hari? Jangan disepelekan, bisa jadi itu tanda asam urat sedang menyerang. Penyakit yang satu ini memang terkesan sepele, tapi jika dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, dampaknya bisa sangat serius bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Seberapa Umum Asam Urat di Indonesia?

Ternyata angkanya cukup mengejutkan. Berdasarkan hasil Riset Data Kesehatan (Riskesdas), prevalensi penyakit asam urat di Indonesia sekitar 11,9% untuk usia di atas 15 tahun, artinya hampir 1 dari 10 orang Indonesia berisiko mengidap asam urat. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern.

Yang lebih mengkhawatirkan, penyakit ini tidak pandang bulu. Asam urat dulu disalahpahami sebagai penyakitnya orang kaya. Namun kini penyakit ini bisa menyerang segala kalangan karena ada beragam penyebabnya.

Apa Saja Gejala Asam Urat?

Waspadai tanda-tanda berikut ini, karena serangan asam urat bisa datang tiba-tiba tanpa peringatan. Serangan asam urat berkembang dengan sangat cepat. Serangan awal kerap terjadi pada malam hari ketika tidur atau ketika bangun di pagi hari.

Gejala yang paling umum dirasakan antara lain nyeri hebat pada sendi yang terkena, terutama jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, atau jari tangan. disertai pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas pada area yang sakit. Bahkan dalam kondisi parah, hanya sentuhan ringan pun bisa terasa sangat menyakitkan.

Apa Penyebabnya?

Penyebab penyakit asam urat adalah hiperurikemia, yakni kondisi ketika tubuh kelebihan kandungan asam urat. Tubuh menghasilkan asam urat ketika memecah purin, zat yang terdapat pada makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari seperti kerang-kerangan, makanan laut, jeroan, dan daging merah.

Selain pola makan, ada faktor lain yang turut meningkatkan risiko seseorang terkena asam urat, seperti obesitas, kurang minum air putih, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga faktor keturunan dari keluarga.

Bahaya Asam Urat Jika Dibiarkan

Inilah yang sering diabaikan banyak orang. Jika lama dibiarkan, penyakit asam urat dapat memicu komplikasi serius, salah satunya adalah batu ginjal.

Tidak hanya itu. Asam urat bukanlah penyakit sepele. Jika dibiarkan, ia bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen dan komplikasi lain seperti batu ginjal. Kerusakan sendi permanen artinya penderita bisa mengalami kesulitan bergerak seumur hidup. sesuatu yang tentu sangat mengganggu kualitas hidup.

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasinya?

Kabar baiknya, asam urat bisa dikendalikan dengan perubahan gaya hidup yang tidak terlalu sulit. Berikut langkah-langkah praktisnya:

Perbanyak Minum Air Putih — Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter per hari, untuk membantu pengeluaran asam urat lewat urin. Ini cara paling mudah dan murah yang bisa langsung dilakukan siapa saja.

Hindari Makanan Pemicu — Beberapa makanan yang perlu dihindari agar tidak terkena asam urat tinggi antara lain daging merah, makanan laut, jeroan, serta minuman dan makanan manis.

Jaga Berat Badan — Menjaga berat badan yang sehat melalui diet atau olahraga tertentu dapat mengurangi risiko asam urat tinggi secara signifikan.

Olahraga Teratur — Berolahraga secara teratur sangat dianjurkan, namun hindari aktivitas berat saat serangan asam urat sedang terjadi.

Konsultasi ke Dokter — Konsultasi rutin dengan dokter untuk pemantauan kadar asam urat sangat penting, terutama bagi yang sudah pernah mengalami serangan sebelumnya.

Asam urat memang bukan penyakit yang bisa sembuh dalam semalam. Tapi dengan kesadaran dan perubahan gaya hidup yang konsisten, penyakit ini bisa dikendalikan dengan baik. Jangan tunggu sampai nyerinya tak tertahankan baru bertindak. mulai jaga pola makan dan gaya hidupmu dari sekarang!

Jika kamu merasakan gejala nyeri sendi yang tiba-tiba dan berulang, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami