SURABAYA, GEMADIKA.com – Keributan antarjemaah terjadi usai pelaksanaan Salat Idulfitri 2026 di Masjid Kemayoran, Surabaya, dan videonya sempat viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah jemaah terlibat saling pukul di area luar masjid yang digunakan sebagai saf tambahan. Sementara itu, jemaah lainnya berupaya melerai kejadian tersebut, dan aparat kepolisian turut turun tangan untuk mengamankan situasi.
Berdasarkan keterangan marbot masjid, insiden tersebut diduga dipicu kesalahpahaman antarjemaah yang berawal dari tuduhan kehilangan telepon genggam. Situasi yang memanas membuat kedua pihak terpancing emosi hingga terjadi baku hantam.
Peristiwa itu melibatkan sejumlah remaja yang disebut masih kesulitan mengendalikan emosi. Beruntung, keributan berhasil diredam dengan cepat, tidak ada korban luka, dan situasi kembali kondusif setelah dilakukan upaya mediasi.
Namun, setelah video kejadian tersebut menyebar luas dan menjadi perbincangan publik, pembuat konten yang mengunggah kejadian itu akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.
“Selamat malam, hari ini 29 mei 2026 ijinkan saya melakukan klarifikasi atas kegaduhan yang telah saya lakukan dari konten yang sudah saya buat pada 27 mei 2026 setelah sholat ied” tulisnya dalam keterangan unggahan dikutip pada Sabtu (30/5/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan mediasi bersama pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai.
“Terimakasih teman2 karang taruna gn. Gempal yang sudah membantu mediasi saya dengan Pak Suwandi dan Mas Andri sebagai yang dirugikan” tulisnya lagi.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan