JAKARTA, GEMADIKA.com – Di tengah maraknya konten negatif di media sosial, sejumlah video aksi humanis dan konten positif justru viral dan menyita perhatian publik. Mulai dari aksi anak membantu lansia, polisi melakukan razia kasih sayang kepada pelajar bolos sekolah, hingga warga yang saling menolong di jalanan, semuanya banjir pujian dari warganet.
Fenomena viralnya konten positif tersebut dinilai menjadi angin segar di media sosial. Banyak masyarakat mengaku lebih tersentuh dengan tayangan sederhana yang memperlihatkan kepedulian, empati, dan sikap saling membantu antar sesama.
Salah satu video yang ramai dibagikan memperlihatkan seorang bocah membantu nenek menyeberang jalan di tengah ramainya kendaraan. Video lainnya menunjukkan anggota kepolisian memberikan pembinaan humanis kepada pelajar yang kedapatan bolos sekolah tanpa tindakan kasar ataupun intimidasi.
Tidak sedikit warganet yang memberikan komentar positif dan berharap konten seperti itu lebih sering muncul dibandingkan tayangan yang memicu konflik atau sensasi semata.
“Konten seperti ini yang seharusnya viral. Sederhana tapi menyentuh dan memberi contoh baik,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Selain itu, aksi warga yang membantu pengendara mengalami kecelakaan ringan hingga berbagi makanan kepada orang membutuhkan juga menjadi sorotan dan ramai mendapat apresiasi.
Pengamat sosial menilai viralnya aksi humanis menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki budaya gotong royong dan rasa kepedulian sosial yang kuat.
Menurutnya, media sosial seharusnya tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga ruang menyebarkan inspirasi dan nilai-nilai positif kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Konten-konten positif tersebut kini semakin mudah ditemukan di berbagai platform digital dan disebut mampu memberikan pengaruh baik bagi lingkungan sosial.
Di tengah derasnya arus informasi digital, aksi sederhana penuh kepedulian terbukti masih mampu menyentuh hati masyarakat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.




