SEMARANG, GEMADIKA.com – Kinerja ekonomi Jawa Tengah pada awal 2026 menunjukkan tren penguatan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat nilai ekspor periode Januari-April 2026 mencapai 4,57 miliar dolar AS, atau tumbuh 19,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, menyampaikan bahwa peningkatan ekspor ini menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas ekonomi daerah, terutama yang ditopang sektor industri pengolahan sebagai tulang punggung utama ekspor Jawa Tengah.

“Secara kumulatif Januari–April 2026 total ekspor Jawa Tengah mencapai 4.567,32 juta dolar AS atau meningkat 19,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Ali, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 16,39 persen dan menjadi kontributor utama dalam peningkatan ekspor. Adapun lima negara tujuan utama ekspor Jawa Tengah meliputi Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan.

Secara tahunan (year-on-year), kinerja ekspor Jawa Tengah pada April 2026 bahkan melonjak 65,73 persen menjadi 1,38 miliar dolar AS dibandingkan April 2025. Sementara ekspor nonmigas tercatat sebesar 1,27 miliar dolar AS atau meningkat 58,80 persen.

Di sisi lain, Jawa Tengah mengalami inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,23 persen pada Mei 2026, berbalik dari kondisi April yang mencatat deflasi 0,03 persen. Secara tahunan, inflasi tercatat 2,85 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,19 persen.

Ali menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 0,07 persen. Kenaikan harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah akibat faktor cuaca menjadi pemicu utama.

“Terutama karena meningkatnya harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang yang dipengaruhi faktor cuaca,” jelasnya.

Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada Mei 2026 antara lain cabai merah, bawang merah, cabai rawit, telepon seluler, dan minyak goreng.

Kabar positif juga datang dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada Mei 2026 tercatat 117,39, naik 2,16 persen dibandingkan April 2026 yang berada di angka 114,90. Kenaikan ini menunjukkan pendapatan petani tumbuh lebih cepat dibandingkan pengeluaran mereka.

Peningkatan NTP dipicu naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,58 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,41 persen.

Sektor pariwisata turut menunjukkan pemulihan signifikan. Hingga April 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Tengah mencapai 2.671 orang, dengan mayoritas masuk melalui Bandara Ahmad Yani Semarang.

Jika dibandingkan Maret 2026, kunjungan wisman naik 25,46 persen, bahkan melonjak 399,25 persen dibandingkan April 2025. Lima negara asal wisatawan terbanyak adalah Tiongkok, Malaysia, Singapura, India, dan Thailand.

Selain itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga meningkat menjadi 56,49 juta perjalanan selama Januari-April 2026, atau tumbuh 2,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BPS menilai, capaian tersebut menunjukkan Jawa Tengah mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global, melalui penguatan ekspor, stabilnya sektor pertanian, serta meningkatnya aktivitas pariwisata.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami