JAKARTA, GEMADIKA.com – Kopi menjadi salah satu minuman favorit masyarakat. Namun, banyak orang masih bertanya-tanya apakah kebiasaan minum kopi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Sejumlah ahli jantung menjelaskan bahwa kandungan kafein dalam kopi memang dapat memicu kenaikan tekanan darah, terutama pada orang yang jarang mengonsumsi kopi. Namun, efek tersebut umumnya bersifat sementara dan berbeda pada setiap individu.
Ahli jantung intervensi dari MemorialCare Saddleback Medical Center, California, Dr. Cheng-Han Chen, mengatakan kopi berpotensi meningkatkan tekanan darah karena kandungan kafeinnya.
Sementara itu, ahli jantung dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Dr. Ragavendra Baliga, menjelaskan bahwa kafein bekerja dengan menghambat adenosin, yaitu senyawa yang membantu pembuluh darah tetap rileks.
“Kafein memblokir adenosin, sebuah molekul yang membantu pembuluh darah menjadi rileks. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah sementara, terutama pada mereka yang bukan peminum kopi rutin,” kata Dr. Ragavendra Baliga.
Selain itu, kafein juga merangsang sistem saraf sehingga dapat meningkatkan detak jantung dan menyebabkan tekanan darah naik dalam waktu singkat.
Penelitian Ungkap Risiko bagi Penderita Hipertensi
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kafein dan peningkatan tekanan darah.
Analisis yang dipublikasikan dalam Journal of Functional Foods menemukan bahwa konsumsi kafein dapat meningkatkan tekanan darah, terutama pada orang yang baru mulai mengonsumsi kopi.
Sementara penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Heart Association (JAHA) menunjukkan bahwa penderita hipertensi berat yang mengonsumsi dua cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian akibat penyakit jantung maupun stroke dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi dalam jumlah tersebut.
Meski demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang rutin minum kopi cenderung membentuk toleransi terhadap kafein sehingga efek kenaikan tekanan darah menjadi lebih ringan.
“Pada peminum kopi rutin, tubuh akan membangun semacam toleransi. Meskipun lonjakan sesekali bisa terjadi, konsumsi kronis memiliki efek jangka panjang yang ringan terhadap tekanan darah bagi sebagian besar individu,” jelas Dr. Baliga.
Faktor yang Mempengaruhi
Efek kopi terhadap tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
Faktor genetik.
Usia.
Jenis kelamin.
Kebiasaan merokok.
Jenis dan kadar kafein dalam kopi.
Frekuensi mengonsumsi kopi.
Karena itu, setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda setelah mengonsumsi minuman berkafein.
Batas Aman Konsumsi Kopi
Bagi penderita hipertensi, para ahli menyarankan agar tidak menambah konsumsi kopi secara berlebihan dan tetap memantau kondisi tubuh setelah minum kopi.
Jika muncul keluhan seperti jantung berdebar atau tekanan darah meningkat, sebaiknya jumlah konsumsi dikurangi.
Sebagai panduan umum, konsumsi kafein dianjurkan tidak melebihi 400–450 miligram per hari, atau setara sekitar tiga hingga empat cangkir kopi seduh.
“Ini biasanya aman untuk sebagian besar orang dewasa, tetapi mereka yang memiliki hipertensi atau sensitivitas terhadap kafein mungkin membutuhkan jumlah yang lebih sedikit,” tambah Dr. Baliga.
Para ahli juga mengingatkan bahwa menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mengurangi konsumsi garam, serta mengelola stres tetap menjadi langkah utama dalam mengendalikan tekanan darah.
Dilansir dari Kompascom.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan