JAKARTA, GEMADIKA.com – Anggapan bahwa minum es dapat membuat jantung anak “kaget” masih sering dipercaya sebagian masyarakat. Sensasi dingin yang muncul setelah mengonsumsi minuman es kerap dikaitkan dengan gangguan pada jantung.

Namun, Dokter Jantung Anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr. Anisa Rahmadhany, Sp.A., Subsp.Kardio, menegaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos dan tidak didukung oleh bukti medis.

Menurut dr. Anisa, sensasi “kaget” yang dirasakan setelah minum es hanya merupakan respons tubuh terhadap suhu dingin, bukan karena adanya gangguan pada fungsi jantung.

“Jawabannya, mitos. Karena mungkin kalau minum es habis itu kayak ada rasa kaget gitu ya, sensasi. Cuma ini tentu saja tidak mempengaruhi jantung ya,” ujar dr. Anisa.

Boleh Minum Es, Asal Tidak Berlebihan

Dr. Anisa menjelaskan, anak-anak tetap diperbolehkan mengonsumsi minuman dingin atau es selama porsinya tidak berlebihan dan tetap memperhatikan pola makan yang sehat.

Ia mengingatkan bahwa yang lebih penting adalah menjaga keseimbangan asupan nutrisi serta membatasi konsumsi minuman manis yang sering disajikan bersama es.

“Jadi gak apa-apa boleh ya, asal porsinya tidak berlebihan untuk minum es,” jelasnya.

Orang Tua Diminta Tidak Mudah Percaya Mitos

Dokter mengimbau para orang tua agar tidak mudah mempercayai informasi kesehatan yang belum terbukti secara ilmiah. Jika anak mengalami keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

Dengan demikian, minum es tidak menyebabkan jantung anak mengalami “kaget” ataupun kerusakan. Sensasi dingin yang muncul hanyalah respons normal tubuh dan tidak berkaitan dengan gangguan fungsi jantung.

Dilansirdari Detikhelt.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami